Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Masuki Panen Kedua di Lamongan, Petani Padi Cemas Serangan Hama

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 15 Juni 2023 | 21:02 WIB
TERSERANG HAMA: Produktivitas panen kedua ini turun, dengan provitas sekitar 7,53 ton per hektare (ha). (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
TERSERANG HAMA: Produktivitas panen kedua ini turun, dengan provitas sekitar 7,53 ton per hektare (ha). (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Sejumlah kecamatan di Lamongan memasuki panen periode kedua. Estimasi untuk produksi gabah kering giling (GKG) sekitar 179 ribu ton, dengan luas lahan tanam 23 ribu hektare (ha).

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Moch. Wahyudi mengatakan, estimasi produksi panen bulan ini masih tinggi. Meski dari laporan sementara, beberapa tanaman petani terserang hama.

Hal itu cukup mempengaruhi produktivitas, yang mengalami penurunan. Pada panen kedua ini provitasnya sekitar 7,53 ton per hektare (ha). Menurut dia, serangan hama ini tidak bisa diprediksi. Padahal sudah ada gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), tapi masih ada yang terserang.

Wahyudi mengatakan, dari dinas sudah memberikan edukasi gropyokan, atau gerakan masif pengendalian hama secara nonkimia. Namun serangan hama tetap ada, sehingga beberapa tanaman petani hasilnya tidak maksimal.

Untuk serangan hama memang ada, tapi tidak ada laporan puso (gagal panen, Red). Sehingga hama hanya menyerang sejumlah tanaman, ujarnya.

Sedangkan, untuk harga gabah masih cenderung stabil. Gabah kering panen (GKP) di tingkat petani seharga Rp 5.500 per kilogram (kg). Sedangkan, gabah kering giling (GKG) dibeli Rp 6.300 per kg.

Untuk panen bulan ini paling banyak di wilayah Sugio, dengan luas tanam 4.713 ha. Yakni produksinya mencapai 37 ribu ton. Seperti diketahui, puncak panen di Lamongan terjadi bulan Februari-Maret lalu.

Untuk periode tanam kedua, kondisi air cenderung berkurang. Meski begitu, panen bulan ini hitungannya masih cukup tinggi. Sebab di Lamongan panennya memang bergantian. Ketika wilayah selatan periode berikutnya tanam palawija dan tembakau, wilayah bengawan mulai tanam padi.

Jadi ketersediaan pangan kita Insya Allah aman, karena panennya berkelanjutan,” terangnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Panen #Hasil Turun #Petani #lamongan