‘’Untuk lokal paling harganya sekitar Rp 40 ribu untuk yang ukuran kecil,’’ tutur salah satu pecinta ikan oscar di Lamongan Yayan.
Impor lebih mahal karena memiliki kualitas warna yang lebih menonjol dan cerah. Perbedaannya, ketika ikan oscar lokal dewasa, justru warnanya semakin memudar. Sebaliknya, ikan oscar impor semakin dewasa warnanya tidak berubah.
‘’Saranku kalau bermain ikan impor itu pellet (pakan ikan, Red) harus bagus untuk mempertahankan warna,’’ tutur Yayan.
Yayan mengakui masyarakat di Kota Soto kebanyakan mencari ikan Oscar yang lebih murah. Hanya segelintir yang berani memelihara ikan impor. ‘’Apalagi yang pemula itu lebih pilih yang lokal,’’ ujarnya.
Meski begitu, ikan oscar lokal dan impor sebenarnya bisa sama. Terpenting yang harus diperhatikan yakni perawatannya. ‘’Walaupun lokal, kalau perawatannya bagus, nanti harga juga bagus,’’ katanya.
Yayan memberikan saran kepada pehobi pemula ikan oscar agar tidak memberikan makan selama dua malam saat baru memelihara. Serta, lanjut dia, harus dilakukan aklimatisasi. Caranya dengan menaruh ikan yang masih dalam keadaan plastik ke akuarium sekitar 20 menit. Serta, ikan yang baru tidak boleh diberi makan hingga dua malam.
‘’Agar ikan tidak stres dan gunannya untuk menyamakan suhu pada media,’’ terangnya.
Yayan menjelaskan, perawatan ikan oscar yakni airnya perlu dikurangi 50 persen seminggu sekali. Tujuannya untuk menghindari amoniak yang menumpuk. Selain itu, air tidak perlu diganti semua, karena nanti ikan akan mudah stress. Sebab, perlu beradaptasi lagi dengan air yang baru.
‘’Karena ikan oscar tergolong ikan yang cukup banyak mengeluarkan kotoran, yakni super amoniak dari jenis ikan lain,’’ jelasnya.
Yayan paling khawatir saat merawat pada pergantian cuaca yang ekstrem. Selama ini, menurut dia, saat cuaca ekstrem yang perlu diperhatikan yakni heater pada akuarium untuk menstabilkan suhu.
‘’Kalau cuaca ekstrim, ikan gak pakai sakit, tiba-tiba langsung mati saja,’’ ujarnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto