Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Bojonegoro: Waspada Penularan Campak saat Lebaran

H

 


Advertisement

ANTRE: Pasien sedang antre pelayanan kesehatan, dinkes meminta warga waspada penularan campak pada bayi di momen lebaran.
ANTRE: Pasien sedang antre pelayanan kesehatan, dinkes meminta warga waspada penularan campak pada bayi di momen lebaran.
 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Momen Lebaran yang identik dengan silaturahmi dan interaksi antaranggota keluarga meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama campak yang masih menjadi perhatian secara nasional.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro mengimbau masyarakat lebih waspada, khususnya saat berinteraksi dengan bayi dan anak-anak.

Advertisement

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga pekan ke-8 tahun 2026 tercatat lebih dari 10 ribu suspek campak di Indonesia, dengan ribuan kasus terkonfirmasi serta beberapa kematian.

Selain itu, puluhan kejadian luar biasa (KLB) campak dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur. Kondisi ini menunjukkan penularan campak masih berlangsung dan berpotensi meningkat di tengah mobilitas masyarakat saat perayaan Idul Fitri.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.

Advertisement

“Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama pada anak-anak, namun juga dapat menyerang remaja dan orang dewasa yang belum mendapatkan imunisasi atau belum pernah terkena campak sebelumnya,” ujarnya saat dihubungi Radar Bojonegoro, Rabu (18/3).

Dia menambahkan, penularan bisa saja terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus,  bahkan dapat bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa jam.

“Virus campak dapat bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa jam, sehingga penularannya sangat cepat, terutama di lingkungan padat seperti rumah, sekolah, dan tempat umum,” paparnya.

Selain itu, kontak tidak langsung juga berisiko menularkan. “Karena penularan melalui droplet, kalau tangan terkena percikan virus campak, ya bisa tertular,” tambahnya.

Ninik mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana. “Pakai masker terutama bagi yang sakit dan kelompok rentan, cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah bersalaman, serta jaga imunitas tubuh,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro, dr. Rury Dewi, mengingatkan agar masyarakat menghindari kontak langsung berlebihan dengan bayi saat Lebaran.

“Bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap infeksi,” ujarnya dikutip dari laman Pemkab Bojonegoro.

Selain campak, lanjut Rury, penyakit lain seperti batuk rejan, herpes, difteri, cacar air (varicella), hingga gondongan (parotitis) juga perlu diwaspadai.

Kontak langsung seperti mencium atau mencubit bayi dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut. (kam/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

147 SPPG Bojonegoro Diminta Cek Ulang Kelayakan

147 SPPG Bojonegoro Diminta Cek Ulang Kelayakan

Kelayakan makanan dalam program makanan bergizi gratis (MBG) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

2.788 Warga Bojonegoro Stres, 270 ODGJ Sembuh, Dinkes Siapkan Rumah Sakit Khusus di Kalitidu

2.788 Warga Bojonegoro Stres, 270 ODGJ Sembuh, Dinkes Siapkan Rumah Sakit Khusus di Kalitidu

Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati memaparkan, terdata sebanyak 2.788 ODGJ. 18 jiwa di antaranya dipasung, beragam upaya dalam telah dilakukan untuk menyembuhkan dan merehabilitasi ribuan ODGJ tersebut.

CKG di Blora Baru Tercapai 52,7 Persen

CKG di Blora Baru Tercapai 52,7 Persen

Capaian program cek kesehatan gratis (CKG) di Kabupaten Blora hingga pertengahan minggu ini baru mencapai 485.355 peserta, atau 52,7 persen dari total sasaran 920.923 jiwa. Angka tersebut masih berada di bawah target.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer