Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puasa pada Pasien Diabetes Tipe 2

Bhagas Dani Purwoko

dr Kholid Ubed SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo / Dewan Pakar IDI Cabang Bojonegoro
dr Kholid Ubed SpPD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo / Dewan Pakar IDI Cabang Bojonegoro


Advertisement

 

Oleh:
dr Kholid Ubed, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo / Dewan Pakar IDI Cabang Bojonegoro

 

PUASA merupakan salah satu momentum spiritual yang sangat ditunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Makna puasa secara umum adalah menahan lapar, haus, dan segala hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Lebih dari sekadar ibadah, puasa juga melatih kedispilinan, pengendalian diri, empati, serta berbagai nilai dan manfaat positif lainnya. Secara umum, terdapat berbagai manfaat puasa untuk kesehatan apabila dilakukan dengan benar.

Advertisement

Pada saat seseorang menjalankan puasa, tidak terdapat asupan energi yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk glikogen. Setelah glikogen menurun, tubuh secara bertahap akan beralih memanfaatkan lemak sebagai sumber energi berikutnya untuk mempertahankan fungsi metabolisme dan aktivitas sel.

Proses ini membantu pengendalian berat badan serta perbaikan sensitivitas insulin. Selain itu, puasa juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah, tekanan darah, serta memperbaiki profil lipid.

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi akibat gangguan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak ditemukan.

Advertisement

Pada diabetes melitus tipe 2, tubuh mampu memproduksi insulin tetapi tidak dapat menggunakannya secara efektif atau yang biasa disebut resistensi insulin. Kondisi ini kerap kali berkaitan dengan gaya hidup yang kurang baik seperti pola makan berlebih, kurang aktivitas fisik, obesitas, sulit tidur, atau merokok.

Tanpa pengendalian yang sesuai, diabetes melitus tipe 2 dapat menimbulkan komplikasi pada berbagai organ seperti jantung, ginjal, saraf, dan mata. Bagi pasien diabetes melitus tipe 2, puasa menghadirkan tantangan tersendiri.

Puasa selama Ramadan dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) maupun hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi) akibat perubahan pola makan, jadwal makan, dan aktivitas fisik.

Risiko hipoglikemia terutama pada pasien yang menggunakan obat penurun gula darah tertentu atau insulin, khususnya jika dosis tidak disesuaikan. Di sisi lain, konsumsi makanan berlebih saat berbuka dan sahur, terutama tinggi gula dan lemak meningkatkan risiko hiperglikemia.

Dehidrasi menjadi salah satu tantangan selama puasa, terutama pada pasien dengan penyakit ginjal, penggunaan obat tertentu, atau aktivitas di lingkungan bersuhu tinggi. Selama berpuasa, pasien diabetes melitus tipe 2 perlu melakukan persiapan yang matang.

Pemantauan gula darah secara berkala harus dilakukan untuk mencegah hipoglikemia dan hiperglikemia. Saat sahur, dianjurkan memilih makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, roti gandum, sayuran, dan sumber protein tanpa lemak, serta meningkatkan asupan serat.

Saat berbuka, disarankan memulai makan porsi kecil dan menghindari makanan atau minuman yang terlalu manis. Asupan cairan yang cukup di antara waktu berbuka dan sahur penting untuk mencegah dehidrasi.

Aktivitas fisik tetap dapat dilakukan dengan penyesuaian durasi dan intensitas. Dengan pemahaman yang tepat dan pengawasan medis yang sesuai, pasien diabetes melitus tipe 2 dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan penuh makna. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk menilai kelayakan berpuasa dan penyesuaian dosis obat bagi pasien diabetes melitus tipe 2. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

Mau makan ramen rasa autentik tanpa bikin kantong jebol? Coba sensasi makan di kedai Yatai kaki lima dan cicipi ramen unik rasa Carbonara di Surabaya. Ada opsi halal dan non-halal. Cek lokasinya di sini!

Mengenal Hiperglikemia dan Cara Pencegahannya, Waspadai Kadar Gula Darah Tinggi

Mengenal Hiperglikemia dan Cara Pencegahannya, Waspadai Kadar Gula Darah Tinggi

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan penyakit diabetes melitus, tetapi juga dapat terjadi akibat faktor lain, seperti stres fisik, infeksi, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga gangguan dalam pengaturan hormon insulin.

Mitos atau Fakta, Terlalu Sering Buang Air Kecil Salah Satu Tanda Diabetes?

Mitos atau Fakta, Terlalu Sering Buang Air Kecil Salah Satu Tanda Diabetes?

Terlalu sering buang air kecil kerap dianggap sebagai kondisi biasa, terutama jika seseorang banyak minum air.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer