Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Hiperglikemia dan Cara Pencegahannya, Waspadai Kadar Gula Darah Tinggi

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
Ilustrasi cek gula darah menggunakan glukometer. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi cek gula darah menggunakan glukometer. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hiperglikemia merupakan kondisi ketika kadar gula darah atau glukosa dalam tubuh berada di atas batas normal. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan penyakit diabetes melitus, tetapi juga dapat terjadi akibat faktor lain, seperti stres fisik, infeksi, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga gangguan dalam pengaturan hormon insulin.

Meski terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas, hiperglikemia perlu diwaspadai. Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, mulai dari gangguan saraf hingga kerusakan ginjal, mata, dan pembuluh darah.

Oleh karena itu, mengenali gejala, memahami faktor penyebab, serta menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Advertisement

Apa Itu Hiperglikemia?

Hiperglikemia adalah istilah medis untuk kondisi meningkatnya kadar glukosa dalam darah melebihi rentang yang diharapkan. Glukosa sendiri merupakan sumber energi utama bagi tubuh yang diperoleh dari makanan, terutama makanan yang mengandung karbohidrat.

Dalam proses normal, hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Advertisement

Namun, ketika tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, glukosa dapat menumpuk di dalam aliran darah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam publikasi Diabetes, diabetes terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar glukosa darah dengan baik. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat merusak jantung, ginjal, mata, saraf, dan pembuluh darah.

Informasi ini menegaskan pentingnya menjaga kadar gula darah, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko diabetes.

Apa Saja Gejala Hiperglikemia?

Gejala hiperglikemia dapat muncul secara bertahap. Pada sebagian orang, terutama ketika peningkatan gula darah belum terlalu tinggi, kondisi ini bahkan tidak menimbulkan keluhan yang mudah dikenali.

Mengutip informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa gejala yang dapat berkaitan dengan kadar gula darah tinggi atau diabetes meliputi:

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mitos atau Fakta, Tidur Kurang dari 6 Jam Bisa Meningkatkan Risiko Stroke hingga Penyakit Jantung

Mitos atau Fakta, Tidur Kurang dari 6 Jam Bisa Meningkatkan Risiko Stroke hingga Penyakit Jantung

Sejumlah penelitian ilmiah menemukan adanya hubungan antara durasi tidur yang terlalu pendek dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Mitos atau Fakta, Terlalu Sering Buang Air Kecil Salah Satu Tanda Diabetes?

Mitos atau Fakta, Terlalu Sering Buang Air Kecil Salah Satu Tanda Diabetes?

Terlalu sering buang air kecil kerap dianggap sebagai kondisi biasa, terutama jika seseorang banyak minum air.

7 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Organ Ginjal, Sering Dilakukan Tanpa Disadari

7 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Organ Ginjal, Sering Dilakukan Tanpa Disadari

Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh yang berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah, menjaga keseimbangan elektrolit,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer