Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menilik Kronologi Demonstrasi Gen Z Nepal: Berakar dari Blokir Medsos dan Flexing Harta Anak Pejabat, Berujung Demo dan Mundurnya PM

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 11 September 2025 | 01:41 WIB
Gedung DPR dan Pemerintahan Nepal dibakar demonstran pada Selasa (9/9). (Dok. EPA)
Gedung DPR dan Pemerintahan Nepal dibakar demonstran pada Selasa (9/9). (Dok. EPA)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bulan September 2025 dibnuka di Nepal dengan kontroversi yang berujung demonstrasi di Nepal yang berlangsung hingga Selasa (9/9). Bahkan demonstrasi pimpinan para pemuda ini sukses mengganggu stabilitas pemerintahan setempat, dengan mundurnya Perdana Menteri (PM) mereka, K.P. Sharma Oli pada hari tersebut.

Mengutip dari BBC dan Reuters, awalnya Pemerintahan Nepal mengeluarkan kebijakan untuk memblokir 26 platform media sosial, termasuk WhatsApp, Instagram, Telegram dan Facebook karena tidak mendaftarkan diri sebagai vendor ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi Nepal.

“Mereka sudah kami beri waktu dan kami hubungi untuk segera mendaftar sesuai peraturan yang ada, namun karena tidak kunjung mendaftar jadi terpaksa kami blokir,” jelas Menteri Komunikasi dan TI Nepal, Prithvi Subba Gurung pada saat pemblokiran diberlakukan minggu lalu (4/9).

Kebijakan tersebut diambil dengan dalih mengurangi persebaran berita bohong atau hoax di jagad internet negara tetangga India tersebut. Namun berbagai lapisan masyarakat, terutama pemuda menuduh pemerintah setempat berusaha menghentikan kampanye antikorupsi yang telah lama dijalankan berbagai organisasi.

Memanfaatkan celah melalui media sosial yang masih dapat diakses seperti TikTok, Viber dan Discord, para aktivis dan demonstran yang rerata berasal dari Generasi Z, alias Gen Z mengerahkan tenaga untuk menggelar demonstrasi. Tuntutan mereka kurang lebih sama, yakni kebebasan berpendapat dan akses informasi.

Selain itu merebaknya korupsi di kalangan pejabat, kurangnya lahan pekerjaan dan kesenjangan sosial juga memengaruhi jalannya demonstrasi. Terlebih diketahui banyak anak-anak pejabat pemerintahan Nepal terkenal sering pamer atau flexing harta kekayaan mereka di media sosial, tanpa memedulikan kemiskinan yang masih menyelimuti Nepal.

Uniknya, sama seperti Indonesia, Nepal juga menggunakan bendera jolly roger atau tengkorak bajak laut dari serial anime One Piece sebagai simbol perdamaian. Selain itu, berbagai konten yang membandingkan kehidupan anak pejabat negara keadaan dengan masyarakat Nepal juga jadi bahan bakar untuk menyuarakan pendapat dan memantik demonstrasi di media sosial.

Puncaknya, pada Senin (8/9) terjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan, menyebabkan 19 korban jiwa dan ratusan korban luka. Selain itu, gedung parlemen Nepal mulai dapat ditembus masyarakat sipil, sehingga jam malam mulai diberlakukan. Tuntutan masyarakat untuk membuka blokir media sosial kemudian dipenuhi pada malam harinya.

Namun aksi demosntrasi belum berakhir karena pada Selasa (9/9), gedung DPR Nepal di Kathmandu dibobol dan dibakar massa. Selain itu serupa dengan puncak demonstrasi di Indonesia, berbagai rumah pejabat ikut dibobol, bahkan juga dibakar.

Bahkan Menteri Luar Negeri Nepal, Arzu Rana Deuba sampai dipukuli dan dikeroyok demonstran di rumahnya sendiri. Suaminya yang juga mantan PM Nepal, Sher Bahadur Deuba juga turut menjadi korban tindak kekerasan tersebut.

Sementara Menteri Keuangan negara tersebut, Bishnu Paudel bernasib lebih nahas lagi. Selain dikeroyok dirinya juga dilucuti hingga hampir tak berpakaian, sebelum kemudian diarak dan diseret di jalanan ibukota.

Di samping itu jumlah korban tewas bertambah sebanyak tiga orang, sehingga total korban menjadi 22 jiwa. Salah satu korban tewas, Rajyalaxmi Chitrakar merupakan istri mantan PM Nepal, Jhalanath Khanal. Chitrakar dan Khanal diketahui terjebak dalam kobaran api saat massa ikut membakar rumahnya.

Rumah PM saat ini, K.P. Sharma Oli juga tidak luput dari kemarahan demonstran dan turut jadi menu makan siang si jago merah. Akhirnya pada Selasa, K.P. Oli mengundurkan diri dari jabatannya.

“Berkaca pada situasi genting saat ini, saya menyatakan mundur hari ini untuk membantu menyelesaikan permasalahan secara damai dan mematuhi konstitusi,” ucap K.P. Oli dalam pernyataan pengunduran diri yang dialamatkan kepada Presiden Nepal, Ramchandra Paudel. Menurut catatan Reuters, K.P. Oli sudah empat kali menjabat sebagai PM Nepal, termasuk saat menyatakan mundur.

Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai prosedur penunjukkan pengganti K.P. Oli sebagai kepala pemerintahan negara ytang jadi rumah Gunung Everest tersebut. Meskipun gelombang demonstrasi telah mulai mereda, jam malam masih diberlakukan oleh aparat keamanan setempat hingga Rabu (10/9). (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kemiskinan #anak pejabat #PM Nepal mengundurkan diri #demo nepal #perdana menteri #pemblokiran #pemuda #Korupsi #generasi z #kathmandu #pamer harta di tiktok #harta kekayaan #kontroversi #nepal #demonstrasi #demonstran #gunung everest #KP Sharma Oli #pm #media sosial #demo #Gen Z #flexing