Warga Dusun Kaligede, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo sulit akses jalan dan jembatan, warga yang sakit dan meninggal dunia terpaksa ditandu, karena jalan hanya bisa dilintasi dengan jalan kaki.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
MALAM itu penuh pilu, duka menyelimuti warga Dusun Kaligede, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo. Salah satu Kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Ngasi.
Saat jalan rusak, terpaksa jenazah ditandu sejauh sekitar 3 kilometer (KM). Terungkap melalui video 48 detik yang beredar luas di media sosial (medsos). Kepala desa setempat membenarkan saat dikonfirmasi.
Anggaran pendapatan dan belanja (APBD) tak selalu menjamin masyarakatnya sejahtera. Akses jalan dan jembatan penopang utama tak selalu memadai. Seperti dialami warga Dusun Kaligede, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo. Meninggal di rumah sakit tapi terpaksa ditandu untuk sampai rumah duka.
‘’Betul sekali, karena dusun tersebut (Dusun Kaligede) tidak ada aksesnya. Dusun itu terbagi lima bukit atau kelompok permukiman dan tiap kelompoknya terputus hutan dan sungai tanpa jembatan,’’ keluh Kepala Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo Hariyono.
Dia melanjutkan, kenyataan pahit itu harus dirasakan warganya. Sebab, jika ada anggaran pun material tak bisa masuk. Menurutnya, sudah berkali-kali mengusulkan namun belum ada penanganan.
‘’Berkali-kali kamu usulkan belum ada perhatian khusus dari leading sector (pihak terkait, red) di atas desa yang menangani,’’ ujarnya.
Dia melanjutkan, kondisi di wilayahnya rerata masih jalan setapak atau jalan lingkungan yang notabene pembangunannya tergantung kemampuan desa. Dan, kata dia, desa belum mampu hingga kini.
‘’Apalagi ke depan DD (dana desa) dipangkas habis. Tinggal pasrah dan berdoa. Dan, memang sepuluh dusun di Desa Meduri rata-rata seperti itu,’’ pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana