Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Stok Jagung Melimpah, Harga Berangsur Turun

Hakam Alghivari • Jumat, 29 Maret 2024 | 01:30 WIB
Komoditi Jagung Musim Tanam Mulai Oktober 2023 – Februari 2024
Komoditi Jagung Musim Tanam Mulai Oktober 2023 – Februari 2024

LAMONGAN, Radar Lamongan- Harga jagung pipilan kering terusmenurun selama panen raya. Minggulalu harga jagung masih Rp 6.300per kilogram (kg). Pantauan DinasKetahanan Pangan dan PertanianLamongan harganya turun menjadiRp 5.500 per kg, kemarin (27/3).

Kepala Dinas Ketahanan Pangandan Pertanian Lamongan, Moch.Wahyudi menjelaskan, memasukipanen membuat stok di tingkat petanisurplus, yang membuat hargacenderung turun. Meski begitu, hargajagung masih relatif tinggi dibandingkanbiasanya yakni Rp 4 ribu per kg.

‘’Jumlah luasan tanam jagung diLamongan tidak bisa bertambah,sehingga dengan harga yang tinggidiharapkan bisa meningkatkan minatpetani untuk tanam,” tutur Wahyudikepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia menjelaskan, luas tanam periodeOktober 2023 hingga Februari2024 sebanyak 24.900 hektare (ha).Saat ini luas panen sudah mencapai8.149 ha, dengan produktivitasmencapai 9,17 ton per ha.Menurut dia, petani belum bisa menambahluas tanam karena keterbatasanlahan. Sehingga mereka memilih meningkatkanproduktivitasnya.

‘’Petaniberupaya meningkatkan produktivitasdengan pertanian modern, meskilahannya terbatas tapi produksinyatinggi,” terangnya.

Wahyudi mengaku untuk wilayahtanam jagung sebenarnya menyebardi beberapa kecamatan. Seperti KecamatanSukorame, Sambeng, Bluluk,Mantup, Kembangbahu, Sugio,Kedungpring, Modo, Babat, Tikung,Solokuro, Brondong, dan Paciran.Namun, paling banyak di wilayahSolokuro, yang menjadi sentra pertanianjagung.

Dia mengatakan, jagung ini banyakditanam di lereng hutan. Sehinggahanya wilayah tertentu yang produksinyabisa diandalkan, karenaluas tanamnya yang tinggi. Sebabsetiap wilayah memiliki komoditiunggulannya masing-masing.Terkait dengan penjualan, Wahyudimenuturkan biasanya petanisudah didatangi tengkulak. Hasilpertaniannya akan langsung disetorke pabrik untuk pakan ternak.Untuk itu, berapapun produksinyadipastikan laku semua.

‘’Jadi petani hanya menjaga kualitasproduksinya, karena mereka sudahpunya pangsa pasarnya sendiri, danmasalah harga biasanya kalau panenmemang turun, tapi semoga tidakbanyak,” ucapnya. (rka/ind)

Editor : Hakam Alghivari
#jagung #daerah #Ketahanan #Pertanian #turun #Berangsur Normal #pengandangan #kd #lamongan #dinas