Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Gerbong Tangki Meledak, Ganggu Pasokan BBM pada 2005

Y
HANGUS: Arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 2005 mengupas terbakar dan meledaknya gerbong tangki pengangkut bensin mobil pikap Isuzu Panther di lintasan KA Cepu. (ARSIP RADAR BOJONEGORO)
HANGUS: Arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 2005 mengupas terbakar dan meledaknya gerbong tangki pengangkut bensin mobil pikap Isuzu Panther di lintasan KA Cepu. (ARSIP RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pasokan bensin di Bojonegoro sempat terganggu pada 21 tahun silam. Tepatnya, September 2005. 

Berdasar arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro, kejadian itu bermula dari terbakar dan meledaknya gerbong tangki pengangkut bensin mobil pikap Isuzu Panther di lintasan kereta api (KA), Cepu yang disimpulkan akibat human error.

Kesimpulan itu disampaikan Kepolda Jateng Irjen Chaerul Rasyid saat meninjau tempat kejadian perkara (TKP). Ia mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan dalam kecelakaan tersebut. "Namun, ada unsur kelalaian. Dan sopir (pengemudi pikap, red) telah menjadi calon tersangka. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada calon tersangka lain," katanya.

Advertisement

Terkait kerugian akibat peristiwa itu, dia menyatakan belum bisa memberi keterangan. "Tapi kami siap untuk mendata serta mengusahakan ganti rugi dari pihak-pihak terkait," ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, di lintasan yang terletak di perempatan jalan dan hanya dijaga seorang petugas itu akan diusahakan pemasangan lampu rotary dan alarm. "Kita usulkan hal tersebut agar tidak ada kejadian yang lebih parah," katanya.

Advertisement

Di depan Kapolda, petugas penjaga lintasan KA Paring Sardono menyatakan, setelah ada tanda bahwa KA akan lewat dirinya menghentikan para pengguna jalan di sebelah timur rel tersebut. Saat itu dia melambai-lambaikan tongkat lampu agar pengguna jalan berhenti. "Setelah itu saya bergeser posisi agak ke kiri," ujarnya.

Ketika dia sudah bergeser itu, lanjut Paring, tiba-tiba dari sebelah kirinya pikap yang dikemudikan oleh Suripno, karyawan Dinas Pekerjaan Umum Blora nyelonong. "Setelah itu pikap tertabrak kereta dan terseret. Saya kemudian lari menghindar," katanya.

 Pikap, lanjut dia, baru terhenti setelah tersangkut tugu yang barada di tengah perempatan tersebut. Di saat hampir bersamaan, dari salah satu gerbong keluar beri aba-aba agar kereta berhenti. "Saya pun memberikan aba-aba agar kereta berhenti. Juga berusaha berlari untuk memutus rangkaian gerbong yang terbakar, namun gagal," lanjutnya. 

Sementara itu, Suripno di hadapan Kapolda menyatakan bahwa sebelum peristiwa tersebut dirinya usai bertandang ke rumah saudaranya di Wonosari, Cepu. Saat berbelok di perempatan tersebut dia mengaku sudah melihat isyarat lampu pen-

jaga lintasan. Namun, karena saat itu posisi penjaga lintasan bergeser, dirinya menganggap kereta sudah lewat. Karena itu, dia kemudian terus jalan berbelok. "Saat itu malah istri saya berteriak bahwa ada kereta, namun saat hendak mengerem jaraknya tinggal dua meter, sehingga tidak mungkin," jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Empat Tiang Listrik Patah, PLN Kebut Pemulihan Jaringan

Empat Tiang Listrik Patah, PLN Kebut Pemulihan Jaringan

Angin puting beliung yang menerjang wilayah Cepu juga menyebabkan gangguan jaringan listrik. Empat tiang listrik patah, sedangkan satu tiang lainnya terdampak akibat tertimpa atap rumah warga.

Puluhan Bangunan di Kecamatan Cepu-Kedungtuban Diterjang Puting Beliung

Puluhan Bangunan di Kecamatan Cepu-Kedungtuban Diterjang Puting Beliung

Hujan deras disertai angin puting beliung terjadi di Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Cepu, Rabu (28/10) mulai sore hingga malam hari. Tercatat  36 bangunan rusak, meliputi rumah, ruko, hingga kandang.

Sejarah Epik Turnamen Tenis Bojonegoro Club Cup 1933 di Cepu, Lamongan Sukses Jadi Juara

Sejarah Epik Turnamen Tenis Bojonegoro Club Cup 1933 di Cepu, Lamongan Sukses Jadi Juara

Mengintip sejarah epik turnamen tenis Bojonegoro Club Cup 1933 di Cepu lewat arsip De Indische Courant. Lamongan sukses jadi juara, namun srikandi Bojonegoro yang curi perhatian. Simak kisahnya!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer