Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ganti Gaya Gotik Hingga Dituduh Satanis oleh Netizen, Isyana Sarasvati dan Suami Akhirnya Buka Suara

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:41 WIB

(Dok. Redrose Records)
(Dok. Redrose Records)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Solois populer Indonesia, Isyana Sarasvati mengagetkan banyak masyarakat Indonesia dalam proses rollout atau peluncuran bertahap album kelimanya, ‘Ekletiko’. Sejak Maret 2025 silam, penyanyi tersebut pelan-pelan meluncurkan berbagai single untuk mewakili tema yang terkandung dalam album tersebut.

‘Ekletiko’ menggambarkan perjalanan karir dan hidup Isyana sejak berkarya di usia remaja. Album ini terbagi menjadi empat bab, yakni ‘Lunora’, ‘Mamiu’, ‘Cecilia’, dan ‘Abadhi’.

‘Lunora’ diwakilkan oleh single ‘Hari Ini’, yang mengembalikan Isyana ke masa remajanya. ‘Mamiu’ mengandalkan single ‘Menarilah dengan Jiwamu’, menyambungkan pengaruh masa kecil dan kartun favorit Isyana ke masa dewasanya.

Kemudian ‘Cecilia’ menandai tumbuh kembangnya Isyana sebagai wanita dewasa yang berserah diri di hadapan Yang Maha Kuasa dengan single ‘I’m On My Way’, yang dirilis Oktober silam. Akhirnya pada Kamis (4/3), Isyana membuka bab ‘Abadhi’ dengan single berjudul ‘Babel’.

Yang mengejutkan, berbeda dengan karakter Isyana yang terkenal sebagai wanita feminin dan anggun, kali ini perempuan tersebut mengadopsi gaya visual gotik untuk menghiasi bab ‘Abadhi’. Tentu, pemandangan ini berbalik 180 derajat dengan Isyana yang dikenal oleh masyarakat, bahkan meskipun Isyana sudah berkonsep dengan gaya visual ini sejak pasca pandemi.

Namun yang lebih mengejutkan, masyarakat juga menuduh Isyana mengadopsi aliran satanisme akibat materi promosi untuk bab ‘Abadhi’. Tidak hanya dipenuhi nuansa gelap dan sadis, visual mata satu atau all-seeing eye khas sekte Illuminati juga dipakai dalam video promosi tersebut.

Meskipun keduanya berbeda satu sama lain, konsep sekte Illuminati dan mata satu sering digolongkan dalam tema satanisme oleh masyarakat Indonesia, berhubung simbol tersebut juga sering dipakai oleh grup musik dan kesenian lain yang juga mengusung tema serupa. Kebetulan salah satu musisi Indonesia, Hindia juga pernah menuai kontroversi akibat penggunaan simbol tersebut pada 2023 silam.

Menanggapi kontroversi yang menghampiri dirinya, Isyana hanya berkomentar singkat dengan memetik lirik lagunya sendiri. "Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through (Terkadang seperti cahaya murni, terkadang seperti gelombang kejam, aku sedang melewatinya)," tulisnya di media sosial pribadinya.

Suami Isyana, Rayhan Maditra memberikan tanggapan yang lebih jelas mengenai tudhan tersebut. Rayhan hanya berharap masyarakat tidak terlalu cepat menduga-duga, terlebih kasus tersebut tumbuh dari materi promosi alih-alih karya utama.

"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda. Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami. Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah di bulan suci ini. Aamiin,” tulis Rayhan, juga di media sosial pribadi.

‘Babel’ sendiri melanjutkan eksplorasi Isyana dalam menggabungkan musik orkestra dengan rock dan metal. Sesuai judulnya, Isyana membawa tema tumbuhnya harmoni dan karya dari berbagai perbedaan, layaknya mitos Menara Babel yang diyakini sebagai tempat umat manusia terpecah belah ke dalam berbagai suku dan bahasa.

Tentu, konsep ini juga bukan konsep baru untuk Isyana. Sebelumnya, Isyana telah mengerjakan proyek serupa bersama Deadsquad berjudul ‘Il Sogno’, dan bersama Mantra Vutura dengan judul ‘Under God’s Plan’. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#masyarakat indonesia #penyanyi #indonesia #abadhi #single #satanisme #babel #single baru #musik #kontroversi #mata satu #isyana #Rayhan Maditra #illuminati #gotik #isyana sarasvati #gelap #Musisi