RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kuda pacuan legendaris asal Jepang, Haru Urara dikabarkan tutup usia pada Selasa sore (9/9). Kuda favorit penggemar pacuan kuda dan serial Umamusume Pretty Derby (UMPD) tersebut meninggal dunia akibat sakit di usia senja.
Semasa hidup, Haru Urara terkenal sebagai kuda yang tak pernah menang, namun pantang menyerah dalam 113 kali keikutsertaannya di Lintasan Balap Kochi di Jepang. Saking seringnya gagal menang, kuda dengan makna nama ‘Musim Semi Luar Biasa’ tersebut dikenal para penggemar pacuan kuda sebagai simbol perjuangan tak kenal lelah.
Haru Urara pertama kali diabadikan dalam wujud gadis kuda (Umamusume) dalam komik ‘Haru Urara Ganbaru!’ pada 2016, dan gim video Umamusume Pretty Derby pada 2021 silam. Sejak versi internasional atau Bahasa Inggris UMPD diperkenalkan pada awal 2025, Haru Urara makin dikenal penggemar gim video dan anime di berbagai belahan dunia karena kisah kuda versi dunia nyata yang jadi latar belakang karakter versi gadis kuda.
Dalam versi gim video dan komik, Haru Urara identik dengan warna pink, karena semasa sang kuda dunia nyata aktif balapan, Haru Urara mengenakan topeng bermotif Hello Kitty dan pelindung telinga berwarna merah terang. Selain itu dalam gim videonya, Haru Urara menjadi gadis kuda yang paling mudah digunakan pemain gim, karena bakal tetap dalam keadaan ceria dimanapun dirinya mengakhiri perlombaan.
Mengutip dari publikasi Jepang FRIDAY yang pertama kali mengabarkan berita duka tersebut, peternakan yang mengasuh Haru Urara, yakni Martha Farm di prefektur Chiba, mengabarkan bahwa kuda tersebut meninggal akibat masalah pencernaan.
Sejak Senin (8/9) Haru Urara sulit BAB, sehingga kami memanggil dokter hewan untuk menanganinya. Namun pada Selasa subuh keadaannya langsung memburuk hingga akhir hayatnya,” jelas Juru Bicara Martha Farm dan Asosiasi Haru Urara, Yuko Miyahara kepada FRIDAY.
Otopsi kuda tersebut menunjukkan Haru Urara tutup usia karena terkena kolik, yakni kembung berlebih hingga menghalangi sistem pencernaan, terutama usus. Kolik termasuk salah satu penyakit yang sering diderita kuda secara umum.
“Haru Urara berpulang pada usia 29 tahun, kira-kira kalau disamakan dengan umur manusia berarti sekitar 90 tahun. Namun kematian Haru Urara datang secara mendadak. Terlebih akhir-akhir ini Haru Urara menerima banyak tamu dari luar negeri, sehingga sangat disayangkan,” tambah Miyahara.
Martha Farm melalui Asosiasi Haru Urara memiliki penggalangan donasi untuk mendatangkan dana untuk memberi makan rumput untuk kuda tersebut. Usai rilis UMPD versi Bahasa Inggris membuat nama Haru Urara melejit, asosiasi tersebut menerima sumbangan hingga dua ton rumput, cukup untuk menghidupi tidak hanya Haru Urara, namun seluruh kuda yang dipelihara di Martha Farm.
“Biasanya kami kedatangan tamu dari Tiongkok, Jepang dan Korea, namun akhir-akhir ini banyak juga tamu dari Amerika Serikat, Filipina dan Polandia. Kurang lebih sepertiga permintaan kunjungan Haru Urara berasal dari luar negeri,” ujar Miyahara.
Memang benar Haru Urara tak pernah menang balap kuda semeasa aktif. Namun Haru Urara telah memenangkan banyak hati penggemar gim video dan pacuan kuda hingga akhir hayatnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana