RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hujan yang masih kerap turun di musim kemarau tahun ini kurang berpihak pada petani tembakau di Bojonegoro. Kualitas tanaman tembakau menurun, harga tembakau juga anjlok. Harga jual di angka Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilogram (kg).
Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bojonegoro Kiswanto mengatakan, kualitas tembakau di Bojonegoro saat ini menurutnya kurang bagus. Disebabkan karena masih turunnya hujan di musim kemarau saat ini.
‘’Kualitas tembakau untuk tahun ini, menurutku kurang. Disebabkan karena hujan,’’ terangnya.
Petani tembakau asal Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem tersebut menyampaikan, terjadi penurunan harga untuk tembakau dengan kualitas kurang bagus. Kualitas kurang bagus ini ditandai dengan warna daun hijau dan hitam. Dengan kondisi tersebut, harga tembakau hanya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kg.
‘’Untuk tembakau yang bagus, warna kuning, daun tebal. Harganya masih Rp 37.000,’’ ujarnya.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Ahli Muda Subkor Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Bambang Wahyudi mengatakan, fenomena kemarau basah tahun ini mempengaruhi kualitas tembakau yang berdampak pada harga.
Mengingat, tanaman tembakau membutuhkan cuaca panas dan kering. Sebaliknya, dalam kondisi hujan dapat menyebabkan pertumbuhan tembakau kurang baik. Bahkan bisa menguning hingga mati.
‘’Agustus kemarin harga tertinggi tembakau rajangan kering mencapai Rp 46.000 perkg. Kini menurun tinggal Rp 23.000 perkg,’’ terangnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana