BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem kembali digegerkan dengan semburan lumpur Selasa (26/12). Semburan yang keluar dari sumur bor tersebut juga berembus aroma belerang.
Semburan di lokasi yang sama pernah terjadi pada 2021 silam, tepatnya di Dusun Sanggar, RT 22 RW 07 Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem. Sumur yang dibor dua tahun lalu itu, kembali menyembur sekitar pukul 03.00, diketahui oleh warga yakni Samirin, 70.
‘’Awalnya ada suara gemuruh, saat keluar rumah sudah air menyembur sekitar satu meter,” ungkap Samirin.
Menurutnya, ketinggian semburan air bercampur lumpur berwarna kecoklatan ini telah turun, dari sebelumnya menyembur kurang lebih 1 meter di sumur dengan diameter 80 sentimeter.
Sementara itu, Kapolsek Kedungadem Iptu Sholeh sempat mendapat laporan dari warga, dan langsung menuju tempat kejadian. Namun, melihat belum adanya tanda-tanda semburan berhenti, pihaknya memberikan garis polisi dan dikoordinasikan dengan BPBD Bojonegoro. ‘’Sudah dilakukan pengecekan lokasi, dan (pemasangan) garis polisi,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Dandi Suprayitno menyampaikan, telah menerima laporan semburan air di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, dan langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menindaklanjuti. ‘’Sudah ada tim asesmen,” ungkapnya.
Sementara itu, semburan air bercampur belerang kerap terjadi di beberapa Kecamatan di Bojonegoro. Berdasarkan data dihimpun Radar Bojonegoro, semburan air diiringi bau belerang, sudah tiga kali terjadi selama tahun ini.
Selain yang terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem kemarin (26/12). Semburan berasal dari sumur bor terjadi di Desa Kunci, Kecamatan Dander, pada 21 Mei lalu dan terdapat bau belerang. Kemudian, pada 10 April lalu, kejadian semburan air bercambur belerang juga terjadi area persawahan di Desa Jari, Kecamatan Gondang. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari