BLORA, Radar Bojonegoro - Gas Deso menjadi warisan budaya tak benda milik daerah, Pemkab Blora berencana mengabadikannya dalam rekor muri pada momen kemerdekaan tahun ini. Nantinya, Gas deso menyuguhkan 8 ribu lebih sego berkat daun jati dengan berpakaian adat samin.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Sekda) Blora M Toha mengungkapkan, warisan budaya tak benda berupa Gas Deso akan memeriahkan momen kemedekaan tahun ini. Rencana akan menyuguhkan sego berkat bungkus daun jati sebanyak 8 ribu lebih.
"Jumlah awal ingin disamakan dengan tahun kemerdekaan yakni 78 ribu, namun berkembang menjadi 8 ribu lebih sego berkat daun jati," ungkapnya (15/8).
Toha menjelaskan, sego tersebut akan didatangkan dari 295 desa dan kelurahan. Mereka akan berkumpul di sepanjang Jalan Pemuda. Semua peserta akan memakai baju adat samin, sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya daerah, dan perjuangan sosok pahlawan di hari kemerdekaan.
"Ini tasyakuran, juga nguri-nguri (menghidupkan) peninggalan budaya," paparnya.
Ia mengatakan, agenda tersebut telah direncanakan untuk tercatat pada rekor muri sego berkat daun jati dan pakaian adat samin. Pencapaian muri tersebut baru kali pertama di Indonesia, sehingga tidak ada jumlah yang ditargetkan oleh penilai anggota muri.
"Ini baru pertama kali di indonesia, jadi tidak ditargetkan jumlahnya harus sekian," ungkapnya.
Sekitar 6 ribu maayarakat akan memakai pakaian samin, menyantap bersama sego berkat. Selain itu, akan ada penyatuan air dan tanah yang dibawa oleh 295 desa dan kelurahan. Sebagai wujud penyatuan dan moto pembangunan daerah.
"Jadi menyatu, bareng-bareng sesarengan mbangun Blora. Semua sedulur sikep kami undang," tutupnya. (luk/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto