Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyiapkan empat beasiswa perguruan tinggi untuk para mahasiswa. Meliputi Beasiswa Scientist, Sepuluh Sarjana Per Desa, Tugas Akhir, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa.
Bu Anna mengatakan, Beasiswa Scientist khusus untuk mahasiswa jurusan sains dan teknologi. Juga, berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) mininal 3,00.
Sedangkan, beasiswa Sepuluh Sarjana Per Desa bisa diakses semua fakultas dengan IPK minimal 2,75. Juga, bisa PTN atau perguruan tinggi swasta (PTS).
Selanjutnya, Beasiswa Untuk Tugas Akhir. ‘’Jangan sampai nanti anak-anak tidak bisa membuat skripsi karena kekurangan biaya. Jadi, kami membuka beasiswa akhir untuk di perguruan tinggi, baik di Bojonegoro atau kampus di luar Bojonegoro,’’ tutur Bu Anna kemarin (12/6).
Menurut Bu Anna, baru-baru ini juga ada beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) khusus untuk kepala desa, aparatur pemerintah desa, badan permusyawaratan desa (BPD), dan pengurus badan usaha milik desa (Bumdes). ‘’Tujuannya percepatan pembangunan dan persiapan SDM masing-masing desa,’’ ujarnya.
Pemkab Bojonegoro bekerja sama empat PTN untuk RPL. Meliputi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. ‘’Untuk jenjang S-2 hanya untuk RPL,’’ bebernya.
Bupati mengatakan, percepatan pembangunan disiapkan dengan sumber daya manusia (SDM) desa melalui program beasiswa Sepuluh Sarjana Per Desa. Bupati mengimbau para mahasiswa tidak terlambat mendaftarkan.
Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa pendidikan, bisa datang ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro. ‘’Bisa bertanya ke kecamatan. Kami sudah meminta kecamatan membuat desk informasi beasiswa di Bojonegoro,’’ jelasnya. (*/ewi) Editor : M. Yusuf Purwanto