‘’Sudah cair, namun belum semua,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Machmuddin.
Berdasar Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201 Tahun 2022 tentang Pengolaan Dana Desa, BLT DD merupakan pemberian uang tunai kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di desa bersumber dari dana desa. Bertujuan menanggulangi dan mengentas kemiskinan ekstrem di kabupaten atau kota.
Dari 419, baru 46 desa mencairkan BLT DD karena belum mengajukan. Sedangkan, 40 desa lainnya tahap pengajuan, yakni masuk proses keuangan. ‘’Kami mengimbau segera mengajukan bagi desa yang belum,” kata Machmuddin.
BLT DD bersumber dari DD dengan persentase minimal 10 persen dan maksimal 25 persen. Pencairan dibagi empat tahap. Mekanisme pencairan tiga bulan sekali setiap tahapnya. Pagu total DD 2023 Rp 395,9 miliar. Dialokasikan 25 persen untuk BLT DD dengan jumlah 89,9 miliar.
Machmuddin mengatakan, KPM berdasar pada ajuan desa melalui musyawarah desa (musdes) insidental. Jumlah alokasi DD untuk BLT DD sesuai keputusan desa. Baik menggunakan persentase minimal atau maksimal. ‘’Tergantung desa. Diatur dalam peraturan kepala desa,” katanya.
Kepala Desa Mulyoagung Sawiyono mengatakan, DD Mulyoagung telah cair. Namun, belum mencairkan BLT DD.
‘’Baru musdes penetapan KPM BLT DD nanti malam,” katanya. Dia melanjutkan, DD Mulyoagung berjumlah sekitar Rp 835 juta dan akan mengalokasikan untuk BLT DD sekitar 20 hingga 25 persen. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto