Mengunjungi wisata Teksas Wonocolo di dataran tinggi itu kurang lengkap bila belum menyantap nasi gulung. Bentuknya yang unik membuat pengunjung penasaran. Nasi gulung dibungkus dengan daun pisang. Gurih menjadi kesan pertama mencicipinya.
Nasi gulung dijajakan di warung sederhana. Pengunjung mudah menemukan makanan khas tersebut di area Teksas Wonocolo sebagai wisata sumur minyak.
Heni, salah satu penjual di area Wisata Teksas Wonocolo menjelaskan, nasi gulung menjadi santapan khas diperuntukan bagi wisatawan. Setiap hari menyediakan 1,5 kilogram beras. Beras itu dimasak hingga setengah matang dengan air lebih dari memasak nasi biasa.
"Supaya nasinya jadi liwet. Kemudian baru dibungkus dengan daun," jelas perempuan sudah berjualan selama enam tahun tersebut.
Nasi telah dimasak lalu digulung dengan daun pisang. Menyerupai gulungan makanan ninja, ditali dengan rapat. Proses selanjutnya dikukus hingga matang. Bedanya dengan nasi biasa, untuk mempertahankan cita rasa, air tajin tidak dibuang. "Itu justru yang menjadi nasi gulung lebih gurih," jelasnya.
Kudapan khas ini tepat dimakan dengan berbagai sambal. Heni kebetulan membuat sambal teri, sambal original, dan sambal rica-rica. Adonan cabai dan rempah-rempah itu menambah rasa nasi gulung yang sudah gurih.
Heni mengatakan, meski warung berada di puncak sumur minyak, ternyata dapat menjual keluar desa hingga perkotaan Bojonegoro. Pernah ia menerima pesanan hingga 100 nasi gulung. "Kalau ada event justru banyak lagi nasi gulung dan sambel yang dipesan. Kebanyakan minta rica-rica ayam," ujarnya. (luk/rij) Editor : Khorij Zaenal Asrori