RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ratusan gedung sekolah di Blora diusulkan revitalisasi tahun ini. Revitalisasi itu dibiayai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pusat.
Kabid Sarpras, Dinas Pendidikan Blora, Sandy Tresna Hadi, mengatakan ratusan sekolah tersebut telah melalui proses verifikasi pada November hingga Desember tahun lalu.
‘’Blora dan daerah lain di Indonesia proses usulan di bulan November hingga Desember lalu," ujar Sandy
Setelah itu akan dilakukan proses verifikasi oleh kementerian. Hingga kini hasilnya belum turun. Proses verifikasi itu mengusulkan 200 sekolah. Yakni, jenjang PAUD/TK ada 45 lembaga, SD sebanyak 130 lembaga, dan SMP 25 lembaga.
"Semua itu sudah termasuk sekolah swasta," ungkapnya.
Sejumlah kendala yang dialami biasanya terjadi pada detail-detail data pendukung. Mulai jumlah foto, video hingga kejelasan status kepemilikan tanah.
"Itu yang kita tahu saat proses verifikasi. Setelah proses usulan selesai, ada pemberitahuan revisi," katanya.
Dalam program revitalisasi sekolah terdapat dua jalur. Yaitu pengusulan dari Pemda dan pemangku kepentingan atau pemerintah pusat secara langsung.
Tahun 2026 dan 2025 berbeda secara pelaksanaan. Pada 2025 adalah usulan 2024 untuk Dana Alokasi Khusus (DAK).
"Tapi diluar usulan dak pun ternyata banyak sekolah yang dapat tanpa melalui usulan diknas," ungkapnya.
Program revitalisasi sekolah tahun 2025 ada 60 satuan pendidikan di Blora yang diperbaiki, dengan total anggaran sekitar Rp 38 miliar.
"Sudah serah terima dari sekolah ke kementerian selaku PPKom nya. Serah terima aset ke pemda," terangnya.
Sebagai informasi tambahan, program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026 dialokasikan mencapai Rp 100 triliun untuk tahap pertama. Total anggaran dari APBN itu, menyasar 11.446 Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia. (ozi/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana