RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab Blora tak hanya memberikan perhatian terhadap infrastruktur jalan, tapi juga jaringan irigasi yang berperan penting di sektor pertanian.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Blora juga mengusulkan pembangunan tiga jaringan irigasi ke pemerintah pusat. Tahun sebelumnya usulan disetujui tujuh titik dengan nominal sekitar Rp 9 miliar.
Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Surat mengatakan, tahun ini tetap mengajukan program Instruksi Presiden (Inpres) irigasi, dengan nominal relatif kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Pengajuan langsung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) SDA.
‘’Tahun ini merencanakan mengusulkan Inpres irigasi. Ada tiga DI (daerah irigasi, red), total anggaran Rp 7 miliar,’’ terangnya
Dari total itu, nantinya disebar ke-tiga kecamatan, yakni DI Musyafa di Kecamatan Kedungtuban, DI Karanggeneng di Kecamatan Kunduran, dan DI Lalungan di Kecamatan Tunjungan.
‘’Panjang (usulan Inpres irigasi, red) sekitar 4 kilometer (km) saluran, sama bangunan-bangunan kontruksi saluran dan bangunan pelengkap irigasi,’’ ujarnya.
Surat memastikan, usulan tersebut tidak hanya terhadap jaringan irigasi primer dan sekunder. Namun nantinya juga berupaya mengusulkan Inpres irigasi tersier, yang akan didorong oleh temen-temen DP4.
‘’Kami di DPUPR bertugas jaringan irigasi primer dan sekunder. Kemudian untuk dokumen DED (detail engineering design, red) tersier akan disediakan dari DP4,’’ sambung Surat.
Lebih lanjut, ia menuturkan, jumlah permohonan Inpres irigasi tahun ini relatif lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, yang mencangkup pembangunan tujuh DI yang tersebar di empat kecamatan.
Diantaranya DI Geneng, Watumalang di Kecamatan Jepon. Selanjutnya DI Rondokuning, Kemiri di Kecamatan Kunduran. Lalu DI Tempuran Blora kota, dan terakhir DI Patian, Kecamatan Todanan.
‘’Inpres irigasi Tahun 2025 kemarin kami telah mengajukan Inpres dengan total Rp 9 miliar,’’ pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana