Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekitar 160 Desa di Blora Alami Krisis Air Bersih

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
TERDAMPAK KEMARAU PANJANG: BPBD Blora telah mendistribusikan air bersih kepada sekitar 46.245 KK di 160 desa yang tersebar di Kabupaten Blora. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
TERDAMPAK KEMARAU PANJANG: BPBD Blora telah mendistribusikan air bersih kepada sekitar 46.245 KK di 160 desa yang tersebar di Kabupaten Blora. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Blora. Namun, kondisi tersebut belum banyak membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga. Hingga kini, masih ada 160 desa yang mengajukan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora.

Jumlah tersebut mencakup sekitar 46.245 kepala keluarga (KK) atau 239.968 jiwa. Total sepanjang 2026, BPBD Blora telah mendistribusikan 1.176 tangki air bersih. Volume air yang disalurkan mencapai 5.929.000 liter.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Blora Suparji mengatakan, droping air bersih masih dilakukan setiap hari. Rerata sebanyak 16 tangki air didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan.

“Setiap hari rutin 16 tangki droping air. Sampai saat ini masih melakukan droping ke desa-desa yang mengajukan permintaan,” ujarnya.

Menurut Suparji, turunnya hujan belum serta-merta membuat kebutuhan air bersih warga terpenuhi. Sejumlah desa masih mengalami kesulitan mendapatkan sumber air sehingga tetap mengajukan bantuan.

Advertisement

Bahkan, terdapat desa yang sebelumnya tidak masuk wilayah rawan kekeringan, tetapi tahun ini turut meminta droping air bersih. Kondisi tersebut menunjukkan dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat.

Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan melalui kecamatan. Data tersebut mencakup desa yang baru mengajukan bantuan maupun desa yang sebelumnya telah mengajukan permintaan.

Suparji memastikan layanan droping air bersih masih berlanjut. BPBD menyiapkan distribusi hingga akhir November, yakni menyesuaikan kondisi dan permintaan dari desa.

“BPBD sampai akhir November masih bisa melakukan droping air ke desa-desa,” tandasnya.(ozi/ind)

Advertisement
Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mulai Masuk Awal Penghujan, BPBD Blora Petakan Titik Rawan Bencana

Mulai Masuk Awal Penghujan, BPBD Blora Petakan Titik Rawan Bencana

Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora mulai memetakan titik rawan bencana. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana alam.

Kemarau Mulai Mereda, Panen Tembakau di Bojonegoro Hampir Tuntas

Kemarau Mulai Mereda, Panen Tembakau di Bojonegoro Hampir Tuntas

Teriknya matahari mulai mereda. Terganti dengan mendung dan hujan yang turun beberapa hari terakhir. Meski hujan merupakan salah satu tantangan yang bisa mengakibatkan tanaman tembakau mati karena kelebihan air.

Cara Kerja Teknologi Modifikasi Cuaca: Dari Radar, Pesawat, hingga Penyemaian Awan

Cara Kerja Teknologi Modifikasi Cuaca: Dari Radar, Pesawat, hingga Penyemaian Awan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru-baru ini melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kekeringan serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer