
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Blora. Namun, kondisi tersebut belum banyak membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga. Hingga kini, masih ada 160 desa yang mengajukan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora.
Jumlah tersebut mencakup sekitar 46.245 kepala keluarga (KK) atau 239.968 jiwa. Total sepanjang 2026, BPBD Blora telah mendistribusikan 1.176 tangki air bersih. Volume air yang disalurkan mencapai 5.929.000 liter.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Blora Suparji mengatakan, droping air bersih masih dilakukan setiap hari. Rerata sebanyak 16 tangki air didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan.
Baca Juga: 160 Desa Dilanda Krisis Air, Gelar Sholat Istisqa
“Setiap hari rutin 16 tangki droping air. Sampai saat ini masih melakukan droping ke desa-desa yang mengajukan permintaan,” ujarnya.
Menurut Suparji, turunnya hujan belum serta-merta membuat kebutuhan air bersih warga terpenuhi. Sejumlah desa masih mengalami kesulitan mendapatkan sumber air sehingga tetap mengajukan bantuan.
Bahkan, terdapat desa yang sebelumnya tidak masuk wilayah rawan kekeringan, tetapi tahun ini turut meminta droping air bersih. Kondisi tersebut menunjukkan dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat.
Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan melalui kecamatan. Data tersebut mencakup desa yang baru mengajukan bantuan maupun desa yang sebelumnya telah mengajukan permintaan.
Suparji memastikan layanan droping air bersih masih berlanjut. BPBD menyiapkan distribusi hingga akhir November, yakni menyesuaikan kondisi dan permintaan dari desa.
“BPBD sampai akhir November masih bisa melakukan droping air ke desa-desa,” tandasnya.(ozi/ind)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




