Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau Mulai Mereda, Panen Tembakau di Bojonegoro Hampir Tuntas

D
Penulis: Dewi Safitri❯
PANEN: Petani tembakau di Kecamatan Sukosewu mulai panen petikan pertama hingga petikan keempat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PANEN: Petani tembakau di Kecamatan Sukosewu mulai panen petikan pertama hingga petikan keempat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Teriknya matahari mulai mereda. Terganti dengan mendung dan hujan yang turun beberapa hari terakhir. Meski hujan merupakan salah satu tantangan yang bisa mengakibatkan tanaman tembakau mati karena kelebihan air. Namun, perubahan cuaca ini dipastikan tidak mengancam tanaman tembakau di Bojonegoro. Sebab, sebagian besar petani hampir menuntaskan panen saat ini.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Bambang Wahyudi mengatakan, bahwa panen tanaman tembakau di Bojonegoro saat ini sudah hampir selesai. "Alhamdulillah, sudah hampir selesai panen," terangnya.

Dengan progres tanaman tembakau yang telah memasuki fase akhir. Bambang sapaannya menilai, kondisi cuaca yang beberapa kali telah turun hujan akhir-akhir ini. Tidak sampai mengancam pada kematian tanaman tembakau. Sehingga, dipastikan tanaman tembakau aman hingga akhir. "Insyaallah, aman," ujarnya.

Terpisah, petani asal Kecamatan Bubulan, Rahayu mengatakan, harga tembakau anjlok saat ini. Daun paling atas hanya laku sekitar Rp 3.000 saja. "Aku mendengar kalau daun paling atas sendiri hanya laku Rp 3.000," katanya. Namun, anjloknya harga tersebut tidak dirasakan langsung oleh perempuan berjilbab itu. Karena ia telah selesai melakukan panen tembakau. Begitupun dengan petani-petani lain didaerah sekitarnya.

Selain tidak khawatir akan anjloknya harga tembakau. Petani yang lebih dulu selesai memanen tembakau juga tidak khawatir akan ancaman cuaca. Mengingat, tanaman tembakau tidak bisa jika terus-terusan harus diguyur hujan atau kelebihan air. 

Advertisement

Meski begitu, lanjutnya, tanaman tembakau juga tetap membutuhkan air. Terbukti, dari hasil tanaman tembakaunya yang tumbuh kurang optimal tahun ini. Akibat, tidak adanya hujan sama sekali ketika musim tanam tembakau. "Sudah habis semua tembakaunya. Sudah selesai panen," pungkasnya. (ewi/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Produksi Padi Bojonegoro Tertinggi Sementara Se-Jawa Timur

Produksi Padi Bojonegoro Tertinggi Sementara Se-Jawa Timur

Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur dalam Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 71/11/35/Th. XXIV, 2 November 2026, Kabupaten Bojonegoro menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan produksi padi.

Kemarau Panjang Ancam Produksi Padi Bojonegoro

Kemarau Panjang Ancam Produksi Padi Bojonegoro

Kemarau panjang tahun ini mengancam produksi padi di Bojonegoro. Sekitar 20 ribu hektare lahan sawah belum ditanami karena keterbatasan air. Kondisi tersebut diperkirakan menekan produksi padi hingga 50 ribu ton.

Baru Kantongi Tanda Daftar, Empat Tanaman Belum Dapat Pelepasan Varietas

Baru Kantongi Tanda Daftar, Empat Tanaman Belum Dapat Pelepasan Varietas

Dua varietas uwi asal Kecamatan Margomulyo Bojonegoro, yakni uwi ungkal (ungu) dan uwi bahana (putih), telah mendapatkan pelepasan varietas. Sementara itu, ada empat tanaman lokal lainnya baru mengantongi tanda daftar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer