‘’Kemudian ketika waktunya membaca peraga, banyak yang bandel dan tidak membaca. Terkadang waktu baca doa tidak mau baca. Bahkan, ada yang makan juga saat mengaji,’’ tutur mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Unisla tersebut.
Elly sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut. Dia memberikan perhatian lebih pada anak yang bandel. Itu cukup efektif untuk membuat anak lebih tenang. ‘’Sejak SMA dulu dari pondok mengajar ngaji,’’ ujar cewek 18 tahun tersebut.
Namun, Elly masih bisa menjalankan hobinya di dunia seni. Elly terkadang melukis henna di tangan teman-temannya saat menikah. ‘’Saya belajar sendiri untuk membuat hena di tangan. Ada niatan kelak bisa membuka jasa henna,’’ ucap dara asal Desa Takeranklating, Kecamatan Tikung tersebut. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto