Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Panen Jagung Tembus 277 Ribu Ton

Muhammad Suaeb • Sabtu, 2 September 2023 | 18:50 WIB
PANEN: Bupati Arief Rohman ikuti panen raya jagung bersama petani di Desa Bakah, Kecamatan Kunduran pada Rabu lalu (30/8). (ISTIMEWA FOR RDR.BLORA)
PANEN: Bupati Arief Rohman ikuti panen raya jagung bersama petani di Desa Bakah, Kecamatan Kunduran pada Rabu lalu (30/8). (ISTIMEWA FOR RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Panen jagung periode Januari hingga Agustus tembus 277 ribu ton. Wilayah produksi paling tinggi di Kecamatan Jati dengan memanfaatkan lahan hutan pesanggem. Namun, baru tercatat tiga mitra perusahaan besar yang menerima distribusi hasil panen petani.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Rosalia Dyah Erawati mengungkapkan, para petani jagung mulai memanen dengan luas panen hingga Agutus lalu sebanyak 52,7 ribu hektar.

Mereka mampu menghasilkan 277 ribu ton jagung kering panen. ‘’Kalau melihat jumlah data panen tahun ini cukup baik. Kami belum bisa membandingkan tahun lalu karena menunggu akhir Desember,” ujarnya kemarin (1/9).

Erawati menjelaskan, pertanian jagung menjadi potensi pertanian Kabupaten Blora, terutama saat musim kemarau. Wilayah dengan produksi terbanyak berada di Kecamatan Kradenan, panen 34 ribu ton dengan luas panen 5,4 ribu hektare.

Disusul Kecamatan Jati mampu produksi mencapai 33,5 ribu ton dengan luas panen 6,6 ribu hektare. ‘’Ada yang ditanam di lahan pribadi, ada yang ditanam di lahan hutan, bekerjasama dengan para pesanggem,” terangnya.

Pihaknya menjelaskan, para petani sudah memiliki tujuan distribusi penjualan hasil panen. Namun yang sudah bermitra dengan pemkab tercatat baru tiga perusahaan. Sementara banyak lainnya langsung membeli kepada para petani jagung.

‘’Pembeli jagung di blora banyak dari luar daerah, biasanya yang tidak bermitra langsung beli di para petani,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Arief Rohman mengungkapkan, Blora merupakan daerah penghasil jagung terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Grobogan. Tahun 2022 Blora mampu memproduksi jagung sebanyak 429 ribu ton. Ia pun menyambut baik panen jagung di Desa Bakah, Kecamatan Kunduran.

‘’Jadi potensi yang luar biasa, semoga hasil panen ini bisa dicontoh petani lainnya. Hasil per hektarenya bisa capai Rp 41,9 juta,” ucap Bupati di sela-sela mengikuti panen raya jagung pada Rabu (30/8) lalu.

Bupati berharap ke depan produksi semakin naik dan bakal upayakan investor datang melirik potensi jagung di Blora. Menurutnya, jenis jagung varietas hibrida NK-212 tak butuh banyak air dengan hasil bagus. Saat ini sudah ditanam di beberapa Kecamatan Kunduran, Todanan, Jati, Banjarejo, dan Ngawen.

‘’Tidak hanya diambil jagung ininya saja, namun juga mungkin pengolahan untuk pakan ternak dan yang lainnya,”  ucapnya. (luk/bgs) 

Editor : M. Yusuf Purwanto
#Pengolahan #Panen #panen jagung #ternak #Petani #Lahan Hutan #investor #hektare