Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tradisi Penggantian Nisan Leluhur Samin  Mbah Soerokidin Dibarengi Brokohan dan Selametan

Khorij Zaenal Asrori • Sabtu, 22 Juli 2023 | 19:28 WIB
RELIGI: Bupati Arief bersama sedulur sikep mengganti nisan makam Tokoh Samin Mbah Soerokidin. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
RELIGI: Bupati Arief bersama sedulur sikep mengganti nisan makam Tokoh Samin Mbah Soerokidin. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Proses adat selametan pergantian nisan makam leluhur penerus perjuangan Samin, Mbah Soerokidin berlangsung sederhana Jumat (20/7). Sebelum prosesi adat, mereka menyantap makanan brokohan. Begitpun Bupati Arief Rohman turut memasangkan nisan.

Prosesi pemugaran makam di Dusun Tanduran, Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban, tidak hanya diikuti sedulur sikep dari wilayah Blora saja. Juga, hadir sedulur sikep dari Kudus dan Pati. Juga, Mbah Sari sesepuh sedulur sikep dituakan.

Gunretno pimpinan rombongan sedulur sikep Pati mengatakan, pemugaran dan pergantian nisan sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yakni Mbah Soerokidin. Acara ditujukan kepada generasi muda agar meneladani dan mengetahui para leluhurnya dahulu.

''Merawat makam, mengganti pathok (nisan) sudah lapuk agar memiliki tetenger atau penanda jelas bahwa di sinilah dimakamkan leluhur kami Mbah Soerokidin," tutur Gunretno.

Soerokidin merupakan anak menantu dari Samin Soerosentiko. Yang ikut diasingkan Belanda ke luar Jawa bersama Samin Soerosentiko. Namun, akhirnya bisa kembali dan melanjutkan penyebaran ajaran sikep di Jawa.

Beliau ini anak mantu Mbah Samin Soerosentiko. Jika Mbah Samin dikabarkan meninggal di Sawahlunto, Sumatera Barat, Mbah Soerokidin kembali ke Jawa dan dimakamkan di sini, Tanduran. Masih ada cucunya hidup bersama sedulur sikep Tanduran," jelasnya.

Bupati Arief Rohman mengaku baru kali pertama mendatangi makam leluhur sedulur sikep di Tanduran. "Biasanya kalau ke Tanduran kami silaturahmi ke kediaman Mbah Sari. Kalau ke makam Mbah Soerokidin baru kali ini. Semoga ke depan makam ini bisa dirawat bersama," ujarnya.

Mas Arief sapaannya juga ikut memasangkan nisan baru dari kayu jati. Menjadi pengingat generasi penerus sedulur sikep dari seluruh daerah. Menjadi daya tarik wisata religi sedulur sikep," ujarnya. (luk/rij)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#nisan #brokohan #wisata religi #sedulur sikep #samin #blora