Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tips Jitu Kuat Berpuasa: Konsumsi Makanan Padat Kalori

Hakam Alghivari • Senin, 11 Maret 2024 | 21:50 WIB
Grafis dan ilustrasi parenting puasa
Grafis dan ilustrasi parenting puasa

BOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ajarkan anak berpuasa dinilai penting. Namun, tidak kalah penting yakni, asupan makanan bagi sang anak. Terutama ketika sahur harus mengonsumsi makanan padat kalori dan tinggi protein. 

Tujuannya, terpenuhi kandungan gizi anak. ’’Untuk memulai mengajarkan puasa kepada anak sebaiknya ketika usia sekolah dasar (SD),” jelas Dokter Anak Iffa Ahsanur Rasyida kemarin (10/3).

Dia melanjutkan, usia tersebut sekitar enam atau tujuh tahun.  Karena di usia SD anak mulai bisa mengontrol diri dan diajarkan ilmu agama. Di antaranya untuk berpuasa dalam Islam. Dokter Iffa menjelaskan, ada ketentuan atau tips dalam memberi makanan anak ketika puasa.

Kandungan gizi harus selalu diperhatikan. ’’Ketika sahur haruslah makanan yang padat kalori dan tinggi protein,” tegasnya. Kandungan tersebut bisa didapat dari nasi; lauk protein hewani seperti ikan laut, ayam, dan sapi; protein nabati misalnya tahu dan tempet; serta sedikit sayuran.

Dia mengatakan, susu atau minuman kaya nutrisi juga diperbolehkan. Namun, jika dirasa terlalu kenyang, maka bisa diberikan ketika berbuka. ’’Daripada berbuka dengan minuman manis lainnya lebih baik diganti susu dan buah,” tuturnya.

Dia menyampaikan, setelah mengonsumsi susu dan buah tersebut barulah dilanjutkan makan nasi. Jaraknya sekitar satu sampai dua jam. Namun, sayangnya belum banyak orang tua mengetahui pentingnya kandungan gizi untuk asupan anak ketika berpuasa.

’’Rerata konsultasinya tentang ibu menyusui untuk berpuasa. Misal boleh atau tidak, perlu diberi susu formula atau tidak jika ibu berpuasa, bagaimana produksi ASI (air susu ibu) ketika puasa, dan tips agar asi lancar,” bebernya.

Guru SD Negeri Jatimulyo 1 Kecamatan Tambakrejo Dimas Wahyu mengatakan, bahwa rerata murid sekolah dasar memang dalam masa adaptasi dan itu membuat guru harus mengenalkan terlebih dahulu.

Menurutnya, pembelajaran puasa sejak kecil lebih fokus pada pengenalan. Sehingga, nantinya bisa melaksanakan puasa atas kemauan sendiri tanpa paksaan. 

Guru juga memantau kesehatan anak dengan memperhatikan aktivitas fisik di sekolah. ’’Kalau kelas 4 sampai 6 SD sebagian besar sudah mulai puasa penuh. Dan, 1 sampai 3 rerata masih setengah hari,” bebernya. (yna/dan/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#ramadan #puasa #kuat #ajari anak #bojonegoro #tips #parenting