Dilema FPL 2026/27: Apakah Erling Haaland Sepadan dengan Harga £15.5 Juta?

Bhagas Dani Purwoko • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Erling Haaland berduel ketat dengan Gabriel, keduanya akan bertemu lagi di 16 besar Piala Dunia 2026, antara Brasil vs Norwegia, Snein (6/7) dini hari. (INSTAGRAM ERLING HAALAND)
Erling Haaland berduel ketat dengan Gabriel, keduanya akan bertemu lagi di 16 besar Piala Dunia 2026, antara Brasil vs Norwegia, Snein (6/7) dini hari. (INSTAGRAM ERLING HAALAND)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pada era 1990-an, Dave Cirilli, kolega dari tokoh media olahraga Amerika Serikat Bill Simmons, menyadari sebuah anomali pada legenda New York Knicks, Patrick Ewing.

Knicks secara mengejutkan justru tampil lebih baik saat bintang utamanya itu absen. Simmons kemudian mempopulerkan fenomena ini sebagai "Ewing Theory", gagasan bahwa sebuah tim kadang bisa menjadi lebih baik secara keseluruhan saat bintang terbesar mereka dikeluarkan dari persamaan.

Pertanyaannya bagi kamu para manajer Fantasy Premier League (FPL): Bisakah FPL memiliki versi "Ewing Theory"-nya sendiri musim ini?

Erling Haaland memecahkan rekor dengan banderol harga £15.5 juta untuk musim 2026/27. Berdasar analisis dari laman Opta, banyak manajer FPL berdebat keras: Apakah menghabiskan lebih dari 15% bujet untuk satu pemain adalah langkah cerdas, atau akankah kamu meraih poin lebih maksimal di awal musim dengan menyebar dana tersebut ke seluruh kedalaman skuad?

Opta telah membedah data dan simulasi skenario terbaik untuk menjawab dilema ini.

Haaland Sang Mesin Gol (Namun Ada Catatannya)

Harga selangit Haaland di FPL adalah hasil langsung dari berbagai rekor brutal yang ia pecahkan di atas lapangan. Berikut adalah deretan rekornya:

Deretan prestasi ini menjelaskan mengapa hampir 75% manajer FPL saat ini tetap memilihnya. Memilih untuk tidak memakai Haaland di FPL adalah keputusan super nekat.

Baca Juga: Haaland dan Gabriel Bertemu Lagi, Rivalitas Premier League Berlanjut di Panggung Piala Dunia

Namun, jika kamu membedah datanya lebih dalam, ada sebuah tren menarik. Haaland memiliki kebiasaan "melambat" setelah mencetak banyak gol di awal musim.

Rekornya di bulan Agustus sangat luar biasa: 22 gol dari 14 pertandingan. Ia bahkan mencetak lebih banyak hat-trick (empat) daripada jumlah pertandingan di mana ia gagal mencetak gol (tiga).

Tetapi, setelah rata-rata mencetak gol setiap 68 menit di tiga bulan pertama, statistiknya menurun drastis menjadi satu gol setiap 144 menit antara November hingga Maret. Ia baru kembali 'meledak' di akhir musim (April-Mei) dengan rasio satu gol setiap 87 menit.

Tantangan ekstra musim ini: Ada kemungkinan Haaland akan dimainkan secara bertahap (eased back) oleh manajer baru Manchester City, Enzo Maresca, pasca-Piala Dunia. Ini membuka celah bagi kamu yang ingin tampil beda (differential) dan memberikan ban kapten ke pemain lain di gameweek awal.

Nilai Haaland: Poin per Juta vs Poin Total

Musim lalu, Haaland hanya menghasilkan 16.3 poin per juta dari harganya, menjadikannya penyerang ke-18 dalam kategori value. Sebagai perbandingan, Bruno Fernandes (Man Utd) hanya berada di peringkat ke-27 untuk gelandang (22.6 poin per juta), sementara Gabriel Magalhaes (Arsenal) di peringkat ke-14 untuk bek (28.6 poin per juta).

Namun, hasil akhirnya? Haaland (239 poin), Fernandes (235 poin), dan Gabriel (209 poin) adalah tiga pencetak poin tertinggi di FPL musim lalu.

Tujuan utama FPL bukanlah merakit tim dengan poin-per-juta tertinggi, melainkan menggunakan bujet £100 juta untuk meraup total poin sebanyak-banyaknya. Pertanyaannya bukan apakah Haaland overpriced, tetapi apakah £15.5 juta untuk Haaland bisa membentuk skuad yang lebih tangguh dibandingkan jika dana itu disebar.

Simulasi GW1-GW5: Skuad Haaland vs Non-Haaland

Untuk menguji teori ini, Opta menggunakan Solio Analytics, alat perencana skuad yang memproyeksikan total poin untuk 5 Gameweek (GW) pertama (sebelum jeda internasional pertama). Opta menyusun empat skenario susunan pemain:

Skenario 1: Punya Haaland Selama 5 GW Pertama (Proyeksi: 307.4 poin)

Skenario 2: Tanpa Haaland Selama 5 GW Pertama (Proyeksi: 305.7 poin)

Baca Juga: 5 Pemain 'Hidden Gem' FPL 2026/27 untuk Gameweek 1

Analisis: Perbedaan proyeksi Skenario 1 dan 2 hanya 1.7 poin. Kelemahan terbesar Skenario 2 ada di GW3, ketika Haaland menjadi kandidat kapten mutlak melawan Coventry City.

Skenario 3: Tanpa Haaland, Gunakan Chip 'Free Hit' di GW3 (Proyeksi: 317.3 poin)

Skenario 4: Tanpa Haaland, Gunakan Chip 'Wildcard' di GW3 (Proyeksi: 315.0 poin)

Kesimpulan

Dari simulasi di atas, Opta merangkum bahwa harga £15.5 juta yang dipatok FPL sangat akurat. Jika kamu bermain tanpa chip, tidak ada keuntungan mencolok antara memakai Haaland atau tidak (Skenario 1 vs 2).

Namun, jika kamu penganut "Ewing Theory" yang ragu dengan menit bermain Haaland di bawah asuhan Maresca pada pekan-pekan awal, Skenario 3 (Free Hit GW3) adalah jalan paling rasional dan terbukti memberikan proyeksi poin tertinggi.

Pada akhirnya, keputusan memakai Haaland atau tidak menjanjikan menjadi dilema terbesar sebelum deadline GW1 hari Jumat ini. Daripada bertanya apakah kamu harus membeli Haaland, pertanyaan yang jauh lebih baik adalah kapan dan mengapa kamu harus membelinya. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
fpl 2026/27 david raya alexander isak Dominik Szoboszlai Erling Haaland