RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pada era 1990-an, Dave Cirilli, kolega dari tokoh media olahraga Amerika Serikat Bill Simmons, menyadari sebuah anomali pada legenda New York Knicks, Patrick Ewing.
Knicks secara mengejutkan justru tampil lebih baik saat bintang utamanya itu absen. Simmons kemudian mempopulerkan fenomena ini sebagai "Ewing Theory", gagasan bahwa sebuah tim kadang bisa menjadi lebih baik secara keseluruhan saat bintang terbesar mereka dikeluarkan dari persamaan.
Pertanyaannya bagi kamu para manajer Fantasy Premier League (FPL): Bisakah FPL memiliki versi "Ewing Theory"-nya sendiri musim ini?
Erling Haaland memecahkan rekor dengan banderol harga £15.5 juta untuk musim 2026/27. Berdasar analisis dari laman Opta, banyak manajer FPL berdebat keras: Apakah menghabiskan lebih dari 15% bujet untuk satu pemain adalah langkah cerdas, atau akankah kamu meraih poin lebih maksimal di awal musim dengan menyebar dana tersebut ke seluruh kedalaman skuad?
Opta telah membedah data dan simulasi skenario terbaik untuk menjawab dilema ini.
Haaland Sang Mesin Gol (Namun Ada Catatannya)
Harga selangit Haaland di FPL adalah hasil langsung dari berbagai rekor brutal yang ia pecahkan di atas lapangan. Berikut adalah deretan rekornya:
-
Pemain tercepat yang mencetak 100 gol di Premier League (111 pertandingan).
-
Pemain tercepat yang mencetak 50 gol di Liga Champions (49 pertandingan).
-
Gol terbanyak dalam satu musim Premier League (36 gol pada 2022/23).
-
Gol terbanyak oleh pemain Premier League di semua kompetisi dalam satu musim (52 gol pada 2022/23).
-
Rasio menit/gol terbaik dalam sejarah Premier League (98.5 menit/gol).
Deretan prestasi ini menjelaskan mengapa hampir 75% manajer FPL saat ini tetap memilihnya. Memilih untuk tidak memakai Haaland di FPL adalah keputusan super nekat.
Baca Juga: Haaland dan Gabriel Bertemu Lagi, Rivalitas Premier League Berlanjut di Panggung Piala Dunia
Namun, jika kamu membedah datanya lebih dalam, ada sebuah tren menarik. Haaland memiliki kebiasaan "melambat" setelah mencetak banyak gol di awal musim.
Rekornya di bulan Agustus sangat luar biasa: 22 gol dari 14 pertandingan. Ia bahkan mencetak lebih banyak hat-trick (empat) daripada jumlah pertandingan di mana ia gagal mencetak gol (tiga).
Tetapi, setelah rata-rata mencetak gol setiap 68 menit di tiga bulan pertama, statistiknya menurun drastis menjadi satu gol setiap 144 menit antara November hingga Maret. Ia baru kembali 'meledak' di akhir musim (April-Mei) dengan rasio satu gol setiap 87 menit.
Tantangan ekstra musim ini: Ada kemungkinan Haaland akan dimainkan secara bertahap (eased back) oleh manajer baru Manchester City, Enzo Maresca, pasca-Piala Dunia. Ini membuka celah bagi kamu yang ingin tampil beda (differential) dan memberikan ban kapten ke pemain lain di gameweek awal.
Nilai Haaland: Poin per Juta vs Poin Total
Musim lalu, Haaland hanya menghasilkan 16.3 poin per juta dari harganya, menjadikannya penyerang ke-18 dalam kategori value. Sebagai perbandingan, Bruno Fernandes (Man Utd) hanya berada di peringkat ke-27 untuk gelandang (22.6 poin per juta), sementara Gabriel Magalhaes (Arsenal) di peringkat ke-14 untuk bek (28.6 poin per juta).
Namun, hasil akhirnya? Haaland (239 poin), Fernandes (235 poin), dan Gabriel (209 poin) adalah tiga pencetak poin tertinggi di FPL musim lalu.
Tujuan utama FPL bukanlah merakit tim dengan poin-per-juta tertinggi, melainkan menggunakan bujet £100 juta untuk meraup total poin sebanyak-banyaknya. Pertanyaannya bukan apakah Haaland overpriced, tetapi apakah £15.5 juta untuk Haaland bisa membentuk skuad yang lebih tangguh dibandingkan jika dana itu disebar.
Simulasi GW1-GW5: Skuad Haaland vs Non-Haaland
Untuk menguji teori ini, Opta menggunakan Solio Analytics, alat perencana skuad yang memproyeksikan total poin untuk 5 Gameweek (GW) pertama (sebelum jeda internasional pertama). Opta menyusun empat skenario susunan pemain:
Skenario 1: Punya Haaland Selama 5 GW Pertama (Proyeksi: 307.4 poin)
-
Komposisi: Meski mahal, sistem masih bisa memasukkan Bruno Fernandes (£12.0m) dan Gabriel (£8.0m).
-
Strategi Transfer: Tahan transfer hingga GW4. Di GW4, jual Fernandes untuk membeli Cole Palmer (kapten lawan Hull). Di GW5, jual Cristhian Mosquera (Arsenal) diganti Malick Thiaw (Newcastle), dan Diego Gomez (Brighton) diganti Morgan Gibbs-White (Forest).
Skenario 2: Tanpa Haaland Selama 5 GW Pertama (Proyeksi: 305.7 poin)
-
Komposisi: Haaland diganti Alexander Isak (Liverpool - £9.0m). Sisa uang £6.5m dipakai untuk upgrade kiper ke David Raya (Arsenal) dan membeli Cole Palmer sejak awal.
-
Strategi Transfer: GW4 mengganti Mosquera dengan Marco Palestra (Chelsea). GW5 membuang Palestra dan Dominik Szoboszlai (Liverpool) untuk memasukkan Thiaw dan Gibbs-White.
Baca Juga: 5 Pemain 'Hidden Gem' FPL 2026/27 untuk Gameweek 1
Analisis: Perbedaan proyeksi Skenario 1 dan 2 hanya 1.7 poin. Kelemahan terbesar Skenario 2 ada di GW3, ketika Haaland menjadi kandidat kapten mutlak melawan Coventry City.
Skenario 3: Tanpa Haaland, Gunakan Chip 'Free Hit' di GW3 (Proyeksi: 317.3 poin)
-
Strategi: Tanpa Haaland di GW1 & GW2. Di GW3, aktifkan Free Hit untuk merombak 12 pemain, menargetkan laga mudah (lawan Hull, Ipswich, Sunderland) dan memulangkan Haaland khusus untuk dikapteni saat melawan Coventry.
-
Hasil: Lonjakan besar di GW3 (66.2 poin). Di GW5, lakukan 3 transfer untuk memulangkan Haaland secara permanen menggantikan Isak.
Skenario 4: Tanpa Haaland, Gunakan Chip 'Wildcard' di GW3 (Proyeksi: 315.0 poin)
-
Strategi: Susun skuad awal murni untuk jadwal GW1 & GW2 dengan triple-up gelandang Man Utd (Fernandes, Mbeumo, Cunha). Di GW3, aktifkan Wildcard permanen.
-
Hasil: Sistem langsung berinvestasi berat pada pemain Chelsea dan Newcastle. GW4 membeli Palmer (jual Semenyo), dan GW5 membeli Iliman Ndiaye (Everton).
Kesimpulan
Dari simulasi di atas, Opta merangkum bahwa harga £15.5 juta yang dipatok FPL sangat akurat. Jika kamu bermain tanpa chip, tidak ada keuntungan mencolok antara memakai Haaland atau tidak (Skenario 1 vs 2).
Namun, jika kamu penganut "Ewing Theory" yang ragu dengan menit bermain Haaland di bawah asuhan Maresca pada pekan-pekan awal, Skenario 3 (Free Hit GW3) adalah jalan paling rasional dan terbukti memberikan proyeksi poin tertinggi.
Pada akhirnya, keputusan memakai Haaland atau tidak menjanjikan menjadi dilema terbesar sebelum deadline GW1 hari Jumat ini. Daripada bertanya apakah kamu harus membeli Haaland, pertanyaan yang jauh lebih baik adalah kapan dan mengapa kamu harus membelinya. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko