Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Usai Dilumat Argentina, Bek Aljazair: Dia Terlalu Bagus untuk Kami

Hakam Alghivari • Rabu, 17 Juni 2026 | 15:41 WIB
Lionel Messi tampil menggila kala menghadapi Algeria di laga pertama Grup J Piala Dunia 2026. (INSTGARAM LEO MESSI)
Lionel Messi tampil menggila kala menghadapi Algeria di laga pertama Grup J Piala Dunia 2026. (INSTGARAM LEO MESSI)

RADARBOJONEGRO.JAWAPOS.COM - Lionel Messi kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka.

Di saat banyak pemain seusianya sudah meninggalkan panggung tertinggi sepak bola dunia, kapten Argentina itu justru tampil sebagai pembeda saat Albiceleste mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) pagi WIB.

Ketiga gol Argentina lahir dari kaki Messi. Hattrick tersebut bukan hanya mengantar juara bertahan mengamankan tiga poin pertama, tetapi juga membuat koleksi golnya di Piala Dunia mencapai 16 gol, menyamai rekor milik legenda Jerman, Miroslav Klose.

Baca Juga: Messi Sudah Samai Rekor Gol Klose, Bisakah Ronaldo Menyusul?

Penampilan gemilang Messi bahkan membuat para pemain Aljazair tidak ragu memberikan pengakuan.

Bek sekaligus kapten Aljazair, Aissa Mandi, menyebut timnya sebenarnya sudah berusaha membatasi ruang gerak sang megabintang sepanjang pertandingan. Namun upaya tersebut tetap tidak cukup untuk menghentikannya.

Menurut Mandi, perbedaan terbesar dalam pertandingan itu terletak pada kemampuan Messi mengubah peluang sekecil apa pun menjadi gol. Ketika Argentina mendapatkan kesempatan, pemain berusia 39 tahun tersebut mampu memaksimalkannya dengan efektivitas yang sulit ditandingi.

"Perbedaannya adalah mereka memiliki pemain yang sangat mematikan. Hampir setiap peluang yang dia dapatkan berakhir menjadi gol," ujar Mandi seperti dikutip dari laman FIFA.

Baca Juga: Jelang Portugal vs Kongo: Ronaldo Kembali Pecahkan Batas Usia, Enam Piala Dunia Tinggal Selangkah Lagi

Pujian bek berpengalaman tersebut tidak berhenti di situ. Ia bahkan menyebut Messi sebagai kandidat kuat pemain terbaik sepanjang masa. Baginya, Argentina memiliki keuntungan besar karena diperkuat sosok yang mampu menentukan hasil pertandingan sendirian.

"Mungkin dia adalah pemain terbaik sepanjang masa. Efisiensinya luar biasa dan kami sudah mengetahui itu sebelumnya. Kami mencoba menghentikannya semaksimal mungkin, tetapi tidak berhasil. Dia terlalu bagus untuk kami," kata Mandi.

Apa yang disampaikan Mandi seolah mewakili perasaan banyak lawan Argentina selama bertahun-tahun. Meski sudah mendekati usia 40 tahun, Messi tetap menjadi ancaman utama setiap kali berada di sekitar kotak penalti.

Ketajaman, visi bermain, dan ketenangan La Pulga dalam menyelesaikan peluang masih berada di level tertinggi.

Sementara itu, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, juga tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Namun bagi Scaloni, penampilan seperti itu bukan lagi sesuatu yang mengejutkan.

Scaloni menilai dunia sepak bola sudah terlalu lama dimanjakan oleh aksi-aksi luar biasa Messi.

Baca Juga: Klose Berharap Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Jelang Argentina vs Aljazair

"Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan Messi. Selama 20 tahun, dia membuat kita terbiasa melihat hal-hal seperti ini. Dia menginspirasi semua orang yang menyaksikannya bermain," ujar Scaloni.

Meski puas dengan kemenangan di laga pembuka, Scaloni mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena. Menurutnya, perjalanan Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia masih panjang dan harus dijalani selangkah demi selangkah.

"Kami akan menjalaninya satu pertandingan demi satu pertandingan. Tim ini bahagia. Banyak pemain mendapatkan kesempatan bermain. Semoga kami bisa memenangkan pertandingan berikutnya sehingga semua pemain mendapat kesempatan tampil pada laga ketiga fase grup," tuturnya.

Kemenangan atas Aljazair membuat Argentina langsung memimpin klasemen sementara Grup J dengan tiga poin. Sementara bagi Messi, malam istimewa di Kansas City menjadi bukti bahwa dirinya masih mampu menjadi pusat permainan Albiceleste sekaligus penentu hasil pertandingan, bahkan di panggung sebesar Piala Dunia. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#aljazair #argentina #piala dunia 2026 #lionel messi #pujian