Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Grand Final Pegadaian Championship 2025/2026: Diseret ke Babak Penalti, Garudayaksa Tekuk PSS Sleman

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 10 Mei 2026 | 16:28 WIB
(Dok. I-League)
(Dok. I-League)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Garudayaksa sukses memborong trofi pertama mereka sejak berganti nama dari PSKC Cimahi dengan menjadi juara Pegadaian Championship musim 2025/2026. Meskipun diseret hingga babak penalti oleh PSS Sleman, mereka sukses bertahan dari gempuran di babak tos-tosan.

Dalam duel grand final yang dilaksanakan di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu malam (9/5) tersebut, awalnya Garudayaksa dapat mengendalikan setengah awal pertandingan melalui serangan tiada henti yang dipimpin oleh Everton Nascimento. Pun demikian, Alfin Kelilauw menjadi pemain pertama yang mencatatkan nama di papan skor setelah sundulannya di menit ke-23 tidak dapat diantisipasi oleh kiper PSS, Ega Rizky.

Di menit ke-35, Fachruddin Aryanto terpaksa menghentikan serangan skuad Garudayaksa di kotak penalti sendiri. Dengan mudah, Everton menggandakan keunggulan klub milik Presiden RI, Prabowo Subianto tersebut.

Setelah jungkir balik membongkar pertahanan Garudayaksa sepanjang babak kedua, akhirnya Super Elang Jawa dapat melihat cahaya di menit ke-61. Gustavo Tocantins berhasil memanfaatkan asupan bola dari Saiful Djoge untuk menumpuhkan kembali harapan publik tuan rumah.

Baca Juga: Hasil Playoff Promosi Pegadaian Championship 2025/2026 Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC: Adilson Silva Ketok Palu Promosi The Prosecutors

Akhirnya di fase perpanjangan waktu, Tocantins kembali jadi juru selamat PSS dengan memanfaatkan bola muntah tepat di depan gawang. Skor 2-2 tersebut menjadi pintu gerbang menuju extra time.

Namun hingga menit ke-120, tidak ada satupun gol ekstra yang tercipta dari kedua kubu. Sehingga pertandingan terpaksa dilanjutkan ke babak penalti.

Nahas bagi Super Elja, tendangan Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins dapat dibaca oleh kiper Garudayaksa, Beny Yoewanto. Sementara dari sisi Garudayaksa, hanya Everton yang gagal melaksanakan tugas setelah tendangannya terbang di atas mistar.

Pelatih PSS, Ansyari Lubis mengaku anak-anak asuhnya telat panas sehingga dapat dibobol dua kali di babak pertama. Namun dengan comeback yang terlaksana di babak kedua, Ansyari mengaku puas dengan hasil akhir meskipun Super Elja gagal mengangkat trofi juara.

“Pada babak pertama kami sedikit kehilangan fokus sehingga Garudayaksa FC bisa mengambil alih permainan dengan sangat baik. Pada babak kedua kami bermain dengan sangat luar biasa, kami bisa menyamakan kedudukan,” jelas Ansyari pada konferesni pers pasca pertandingan sebagaimana dikutip dari rilis I-League.

Sementara bagi pelatih Garudayaksa FC Widodo Cahyono Putro, porsi latihan penalti tambahan yang ia berikan untuk anak-anak asuhnya ternyata terbayar lunas pada laga kali ini. Selebihnya, dirinya bersyukur kedua kubu dapat lolos langsung ke Super League musim depan.

“Saya pribadi sudah memprediksi di partai final ini tidak mudah. Makanya pada setiap latihan, saya lakukan penalti. Terbukti tadi pemain enjoy saat menendang, karena sudah dipersiapkan,” jelas pelatih yang biasa disingkat WCP tersebut kepada Jawa Pos.

Dengan demikian, gelaran kasta kedua dan ketiga sepak bola Indonesia musim ini telah tuntas. Kini tinggal menunggu selesainya BRI Super League yang menyisakan dua pertandingan, serta dimulainya Liga 4 Nasional yang hingga ini belum meiliki kejelasan. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#championship #pss #Pegadaian Championship #garudayaksa fc #pss sleman