RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Minggu ini, Arsenal dihadapkan dengan dua jadwal yang sama-sama krusial untuk evaluasi akhir musim ini. Di satu sisi, mereka harus berhadapan dengan Sporting CP di kandang sendiri, Emirates Stadium pada Kamis dinihari (16/4) dalam leg kedua perempat final UEFA Champions League (UCL, Liga Champions). Di sisi lain, pada Minggu (19/4) mereka bakal melawat ke Etihad Stadium untuk melawan Manchester City dalam pertandingan yang berpotensi menentukan juara Liga Inggris musim ini.
Benar memang Arsenal saat ini masih berada di puncak klasemen dengan keunggulan enam poin dari Citizens. Namun dengan Manchester Biru masih memiliki tanggungan satu pertandingan, dan Arsenal kehilangan tiga poin dari Bournemouth minggu lalu (11/4), bukan tidak mungkin Manchester City dapat menyalip The Gunners di lima pertandingan tersisa.
Dengan tabungan sebiji gol dari leg pertama di Portugal, pelatih Arsenal Mikel Arteta memutuskan untuk hanya menyegarkan sebagian kecil penggawa asuhannya. Selebihnya, The Gunners masih turun dengan kekuatan penuh.
Di awal pertandingan, Arsenal menguasai bola lebih dulu dan memutuskan untuk membongkar pertahanan Sporting secara bertahap. Namun di luar dugaan, Sporting memutuskan tancap gas dan lebih dulu meraih momentum serangan.
Namun meskipun punya lebih banyak peluang gol, banyak tendangan dari penggawa Sporting yang terbang di atas mistar. Ancaman baru terasa jelang akhir babak pertama, beruntung serangan dari Geny Catamo tersebut masih menghajar mistar.
Sama seperti Sporting, The Gunners juga kesulitan mengkonversi peluang akibat rapatnya pertahanan klub asal Portugal tersebut. Hingga jam turun minum tiba, gawang kedua belah pihak masih bersih.
Agak terbalik dari babak pertama, Sporting dapat menguasai awal babak kedua, namun kali ini keran peluang Arsenal akhirnya mulai mengalir dengan lancar. Pun demikian The Gunners masih belum dapat mendaratkan bola ke gawang Sporting.
Bahkan Arteta mencoba mengulang taktik leg pertama dengan mengganti Viktor Gyokeres lebih dini dengan Kai Havertz, namun belum ada perubahan signifikan dalam akurasi meriam The Gunners. Sementara itu Noni Madueke juga terpaksa harus diganti pemuda binaan Arsenal, Max Dowman setelah tumbang di tengah jalan.
Cahaya baru nampak bagi kedua klub di penghujung pertandingan, namun hingga peluit panjang berbunyi tidak ada satupun bola yang berhasil disarangkan oleh Arsenal maupun Sporting. Sundulan Leandro Trossard delapan menit jelang bubaran masih membentur tiang, sementara tepat di ujung pertandingan, Joao Simoes nyaris menyeret The Gunners ke extra time andai tendangannya tidak melenceng.
Dengan hasil ini, Arsenal berhasil mengklaim asuransi gol yang mereka buat di leg pertama dengan agregat 1-0. Di babak semifinal, The Gunners bakal berhadapan dengan Atletico Madrid, dan hasil ini juga menjadi pertama kalinya Arsenal menembus babak semifinal secara beruntun di UCL.
“Terima kasih kepada semua pemain dan suporter, terutama karena kami juga harus memarkir banyak pemain utama. Kami tidak sempurna, namun kami bakal berhadapan dengan Atleti sehingga kami bakal banyak berbenah,” ujar Arteta dalam konferensi pers pasca pertandingan sebagaimana dikutip dari laman UEFA.
Sementara itu meskipun akhirnya tersingkir dari pentas UCL, pelatih Sporting CP Rui Borges merasa tetap patut berbangga pada anak-anak asuhnya. Rui berpendapat andai lebih beruntung, minimal mereka dapat menarik Arsenal ke extra time.
“Kami punya lebih banyak penguasaan dan peluang baik di leg pertama maupun kedua. Jadi saya rasa kami harusnya dapat berbuat lebih, namun selebihnya saya tidak kecewa dan bahkan bangga, karena dapat bersaing dengan banyak klub hebat di penjuru Eropa,” ujar Borges. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana