Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menilik Permasalahan Izin Kerja Eredivisie: Begini Solusi yang Dapat Ditempuh Dean James dkk.

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 5 April 2026 | 18:24 WIB
(Dok. ANP)
(Dok. ANP)

 

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Akhir Maret serta awal April menjadi salah satu bulan paling sibuk bagi persepakbolaan Belanda. Bukan karena persiapan Piala Dunia atau turnamen tingkat benua, namun karena polemik izin kerja pemain naturalisasi yang pulang ke kampung halaman.

Sebagaimana diketahui, sekitar 25 pemain naturalisasi yang dulu berasal dari Belanda sedang diperiksa oleh Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) sejak NAC Breda mengajukan protes pada operator Eredivisie (Liga Belanda) setelah mereka kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret silam. Salah satu pemain Timnas Indonesia, Dean James menjadi inti dari permasalahan tersebut.

Argumen NAC, Dean James seharusnya dihitung dalam kuota pemain asing non-Eropa setelah menjadi seorang WNI tahun lalu. Selain itu, Dean seharusnya dipekerjakan sebagai pemain sepak bola dengan mengikuti aturan izin kerja Belanda untuk warga asing, termasuk soal jam kerja dan gaji. Sehingga NAC meminta agar pertandingan dengan Eagles diulang, berhubung Dean tampil dalam pertandingan tersebut.

Selain Dean, ada tiga pemain timnas lain yang terjerat masalah tersebut, yakni Justin Hubner, Nathan Tjoe-a-on, dan Tim Geypens. Sementara beberapa pemain lain seperti Maarten Paes, Miliano Jonathans dan Mees Hilgers dipastikan telah memenuhi syarat administrasi tersebut.

Baca Juga: Empat Penggawa Timnas Indonesia Alami Masalah Izin Kerja di Liga Belanda, PSSI Akhirnya Buka Suara

Pihak PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) sebelumnya telah menyatakan bahwa Dean dkk. telah sepenuhnya sah menjadi WNI sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun selebihnya, proses izin kerja tersebut merupakan ranah hukum Belanda, sehingga mereka hanya berharap kasus segera terselesaikan.

“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” ujar Ketua BTN Sumardji dalam pernyataan resmi pada Jumat (3/4).

Mengutip dari kantor berita NOS, ada dua cara yang dapat diajukan oleh pemain yang membutuhkan izin kerja baru agar dapat bermain kembali. Namun tentu, keduanya melibatkan kantor imigrasi dan naturalisasi Belanda (IND).

Yang pertama, memperoleh stempel uni eropa (EU Stamp) sebagai bagian dari kebijakan Kawasan Schengen yang mencakup sebagain besar wilayah Eropa. Stempel ini dapat diperoleh apabila pemain memiliki istri atau anak yang masih berkebangsaan salah satu negara di Kawasan Schengen, termasuk Belanda.

“Stempel tersebut bersifat sementara, dan nantinya tetap dibahas pula apakah pemain berhak bekerja di Belanda. Namun selama proses asesmen izin kerja, pemain tetap dibolehkan berlatih dan bermain,” jelas Direktur Eredivisie, Jan de Jong.

Namun bagi pemain seperti Dean dan Tim yang masih lajang, mereka tidak dapat menggunakan cara tersebut. Praktis mereka harus menjalani prosedur kedua, yakni mengajukan izin tinggal sementara dengan bukti pernah tinggal dan bekerja di Belanda, sebagaimana warga negara asing lain.

Dari 25 pemain yang diperiksa oleh KNVB, hingga Minggu (5/5) setidaknya baru ada enam pemain yang akhirnya diperbolehkan bermain kembali. Empat diantaranya merupakan penggawa timnas Suriname, yakni Tjarron Chery, Etienne Vaessen, Yannick Leilendal dan Djevencio van der Kust.

Dua sisanya adalah Mawouna Amevor dari Togo, dan Deron Payne dari Trinidad & Tobago. Belum jelas kapan larangan bermain untuk Dean James dkk. bakal dicabut. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#imigrasi #eredivisie #belanda #dean james #izin kerja