RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM– Malam yang seharusnya menjadi langkah awal menuju fase gugur Liga Champions justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Inter Milan.
Kami mengamati bahwa armada asuhan Cristian Chivu harus menelan pil pahit setelah ditaklukkan tuan rumah Bodo/Glimt dengan skor telak 3-1 pada leg pertama babak play-off tadi malam.
Bukan sekadar faktor teknis, lapangan rumput sintetis di Aspmyra Stadion dituding menjadi biang keladi kegagalan Nerazzurri.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Lineup Bodo/Glimt vs Inter Milan di Liga Champions, Berikut Link Live Streaming
Laporan dari Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa raksasa Giuseppe Meazza tersebut seolah "terpeleset" di atas permukaan lapangan yang dianggap tidak layak bagi standar kompetisi elit Eropa.
Dominasi Bodo/Glimt dan Rapuhnya Pertahanan Inter
Meskipun Inter sempat memberikan perlawanan di babak pertama melalui gol penyama kedudukan dari talenta muda Francesco Pio Esposito, keseimbangan itu runtuh di paruh kedua.
-
Keunggulan Tuan Rumah: Tim asuhan Kjetil Knutsen tampil sangat adaptif dengan kondisi lapangan yang licin dan cepat. Mereka berhasil menyarangkan dua gol tambahan tanpa balas di babak kedua.
-
Gagal Adaptasi: Meski Chivu sudah mencoba melakukan beberapa sesi latihan di lapangan buatan sebelum terbang ke Norwegia, persiapan tersebut terbukti tidak cukup untuk membendung intensitas permainan wakil Norwegia tersebut.
Kabar Buruk: Lautaro Martinez Mengalami Cedera 'Serius'
Kerugian Inter tidak hanya skor pertandingan. Kami mencatat sebuah pukulan telak bagi lini serang Nerazzurri: striker bintang mereka, Lautaro Martinez, harus ditarik keluar akibat cedera yang dikategorikan serius.
Efek dari lapangan sintetis yang keras tampaknya memakan korban. Sang kapten kini diragukan bisa tampil pada leg kedua pekan depan. Tanpa "El Toro", misi Inter untuk membalikkan keadaan di Giuseppe Meazza dipastikan akan menjadi gunung yang sangat tinggi untuk didaki.
Ujian Berat di Leg Kedua
Menurut pengamatan kami, Chivu harus segera mencari solusi instan untuk menutupi lubang yang ditinggalkan Lautaro. Defisit dua gol bukanlah akhir dari segalanya, terutama saat bermain di hadapan pendukung sendiri di Giuseppe Meazza. Namun, Inter harus bermain lebih klinis dan tidak boleh lagi beralasan soal kondisi lapangan.
Jika Inter gagal melakukan comeback pekan depan, ini akan menjadi noda besar dalam karier kepelatihan Chivu di panggung Eropa. Kami memprediksi leg kedua akan berjalan sangat agresif, di mana Inter akan menggempur habis-habisan sejak menit awal.
Baca Juga: Begini Komentar Christian Chivu usai Inter Milan Ditekuk Fluminense di Piala Dunia Antarklub
Mampukah Nerazzurri membalas dendam di Giuseppe Meazza tanpa sang kapten, ataukah Bodo/Glimt yang akan mengukir sejarah menyingkirkan raksasa Italia?
Editor : Bhagas Dani Purwoko