RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penjualan jersey Persibo pada Liga 3 Nusantara musim ini dipastikan menurun drastis dibanding ketika berkompetisi di Liga 2 musim lalu.
Namun manajemen tidak membeberkan detail jumlah penurunan penjualan jersey klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro tersebut. Namun penurunan itu berdampak pada minimnya pemasukan bagi The Giant Killer.
Penurunan penjualan jersey disebabkan Persibo tak melakoni laga di Stadion Letjend Soedirman (SLS). Terlebih pertandingan Liga 3 Nusantara musim ini digelar di tempat netral. Tepatnya laga grup C berlangsung di Kota Solo, Jawa Tengah.
Manajer Kompetisi dan Pengembangan Klub Persibo Ali Mahmud mengatakan, penjualan jersey musim ini tidak sebanyak musim lalu. Ketika bertandang di Liga 2. Juga saat berhasil finis di peringkat kedua Liga 3 2024 dan berhasil promosi ke Liga 2.
Ali menjelaskan tim tidak bertanding langsung di depan pendukung mempengaruhi penjualan jersey. Sehingga daya tarik masyarakat Bojonegoro membeli jersey berkurang. Terlebih tidak menonton langsung pertandingan klub kebanggaan.
''Kami memahami tim tidak bertanding di Bojonegoro," jelasnya.
Menurut Ali dampak penurunan penjualan jersey tersebut membuat pemasukan klub berkurang. Terlebih penjualan jersey maupun produk dan pernak-pernik klub adalah salah satu sumber pemasukan.
Terkait persentase penurunan penjualan jersey, Ali mengaku belum ada data untuk perbedaan jumlah penjualan jersey musim ini dan musim lalu. Sehingga belum mengetahui pasti persentase penurunan penjualan tersebut. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana