RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kedatangan Maarten Paes ke Ajax Amsterdam pada bursa transfer Januari 2026 langsung memantik tanda tanya besar di bawah mistar gawang De Godenzonen.
Laporan pakar transfer Eropa Fabrizio Romano menyebut kiper Timnas Indonesia itu segera bergabung dari FC Dallas dengan kontrak permanen hingga Juni 2029.
Pertanyaannya kini bukan lagi soal kepindahan, melainkan siapa yang akan menjadi kiper utama Ajax setelah ini.
Posisi Kiper Utama Ajax Saat Ini
Saat ini, Ajax masih mengandalkan Vitezslav Jaroš, kiper muda milik Liverpool yang dipinjam hingga akhir musim 2025/2026. Secara performa, Jaroš tampil cukup meyakinkan. I
a mencatatkan 5 clean sheets dari 16 laga Eredivisie, persentase penyelamatan 73,6%, serta nihil kesalahan fatal yang berujung gol.
Namun, status pinjaman membuat posisi Jaroš tidak sepenuhnya aman. Ajax membutuhkan kiper yang bisa menjadi fondasi jangka panjang, bukan sekadar solusi sementara. Di sinilah nama Paes masuk ke dalam perhitungan serius.
Statistik Maarten Paes: Lebih Kuat dari yang Terlihat
Sekilas, performa Paes di MLS 2025 tampak menurun jika dilihat dari jumlah kebobolan. Namun, membaca kiper hanya dari statistik permukaan kerap menyesatkan. Musim MLS 2024 justru menjadi cermin paling akurat untuk menilai kualitas Paes.
Bersama FC Dallas pada MLS 2024, Paes mencatatkan:
-
30 pertandingan sebagai starter
-
5 clean sheets
-
Persentase penyelamatan 69,9%
-
177 tembakan dihadapi, 121 berhasil diselamatkan
-
3 dari 8 penalti ditepis
Angka ini menunjukkan Paes adalah kiper dengan beban kerja tinggi—bukan kiper yang diuntungkan oleh pertahanan solid.
Kebobolan Tinggi, Tapi Minim Kesalahan
Sepanjang MLS 2024, Paes menghadapi rata-rata hampir enam tembakan per laga, mayoritas berasal dari dalam kotak penalti. Kondisi ini mencerminkan lemahnya organisasi bertahan FC Dallas.
Statistik lanjutan menguatkan analisis tersebut:
-
Post-Shot xG Faced: 52,01
-
Gol kebobolan: 52
-
Error leading to goal: 0,07 per laga
Artinya, Paes jarang kebobolan akibat kesalahan sendiri. Ia lebih sering menjadi “korban sistem” daripada penyebab masalah.
Kesesuaian Taktis dengan Gaya Ajax
Untuk Ajax, kiper ideal bukan hanya soal refleks. Dalam sistem permainan dengan garis pertahanan tinggi, peran kiper sangat krusial dalam membaca ruang dan membangun serangan dari belakang.
Dalam aspek ini, Paes menawarkan profil menarik:
-
Sweeper actions: 0,43 per laga
-
High claim: 0,40
-
Akurasi umpan sukses: 75,8%
-
Akurasi umpan panjang: 42,6%
Ia cukup nyaman bermain jauh dari garis gawang, atribut yang selaras dengan filosofi Ajax.
Faktor Usia dan Proyek Jangka Panjang
Di usia 27 tahun, Paes berada dalam fase matang seorang penjaga gawang. Sebaliknya, Jaroš (24) masih berada dalam tahap pengembangan dan belum tentu bertahan lama di Amsterdam karena status pinjamannya.
Ditambah rencana pensiun Remko Pasveer (42), Ajax jelas membutuhkan figur kiper yang bisa memimpin lini belakang dalam beberapa musim ke depan.
Akankah Paes Menggeser Kiper Utama Ajax?
Dalam jangka pendek, Ajax kemungkinan masih memberi kepercayaan kepada Jaroš. Namun secara strategis, arah klub terlihat jelas. Kontrak permanen hingga 2029 menunjukkan Paes tidak direkrut untuk menjadi pelapis jangka panjang.
Jika ia mampu beradaptasi cepat dengan intensitas Eredivisie dan tuntutan build-up Ajax, Maarten Paes memiliki peluang realistis untuk menggeser posisi kiper utama Ajax, bukan sebagai kejutan, melainkan sebagai bagian dari rencana yang terukur.
Dalam sepak bola modern, perebutan posisi tidak ditentukan oleh nama besar, melainkan oleh kecocokan sistem. Dan dalam konteks itu, kehadiran Paes menjadi sinyal kuat bahwa gawang Ajax sedang memasuki fase transisi. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari