RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tren puasa tiga poin Persibo Bojonegoro masih berlanjut di putaran kedua Liga Nusantara 2025/2026. Berbeda dengan putaran pertama yang dapat membuahkan tiga poin perdana di pertandingan kedua, saat ini The Giant Killer masih menunggu waktu berbuka puasa di putaran kedua.
Total Laskar Angling Dharma sudah menjalani tiga laga tanpa kemenangan sejak terakhir kali memetik tiga poin saat melawan Persika Karanganyar pertengahan Desember (12/12). Terbaru pada Selasa malam (23/12), Persibo baru dapat keluar dari lubang kekalahan di menit-menit akhir pertandingan melawan Persikutim Kutai Timur, namun hanya dapat mengais satu poin karena tertinggal sepanjang pertandingan.
Tren puasa tiga poin ini juga berlangsung di tengah ramainya desakan dari elemen suporter Persibo untuk mengganti Iwan Setiawan sebagai pelatih kepala. Iwan sendiri tidak nampak pada pertandingan melawan Persikutim, dan para penggawa Laskar Anglign Dharma dipimpin sementara oleh asisten pelatih, Agus Supriyanto.
Benar saja, pada Rabu pagi (24/12) manajemen Persibo akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Iwan Setiawan. Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial klub.
“Persibo Bojonegoro resmi mengakhiri kerja sama dengan Coach Iwan. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan selama bersama Persibo,” bunyi pernyataan resmi klub di media sosial.
Sepanjang melatih Persibo di Liga Nusantara musim ini, Iwan Setiawan memiliki catatan seimbang dalam enam pertandingan. Yakni dua kali menang, dua kali seri, dan dua kali kalah. Selain melawan Persika, Iwan juga mencatatkan kemenangan melawan Persikutim di putaran pertama, sehingga banyak yang merasa frustrasi akan kegagalan merebut tiga poin di putaran kedua.
Selain itu, dengan hasil seri tersebut, Persibo kini turun ke posisi ketiga di klasemen sementara Grup C. Laskar Angling Dharma disalip Persika yang kini unggul satu poin, dan hampir saja unggul empat poin andaikan mereka tidak dikalahkan Persinab Sang Maestro pada Selasa sore. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana