RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dengan posisi kedua klub yang sedang berdempetan di klasemen sementara Serie A (Liga Italia), laga antara Cagliari melawan Sassuolo pada Jumat dinihari (31/10) diperkirakan bakal berlangsung sengit. Terlebih, kedua kubu sama-sama sedang puasa tiga poin belakangan ini.
Meskipun membuka bulan Oktober dengan kemenangan tipis 1-0 dari Hellas Verona (4/10), form tersebut tidak berlanjut hingga akhir bulan. Di pertengahan bulan (18/10) mereka terpaksa berbagi poin tanpa gol bersama Lecce, dan kurang dari seminggu sebelum pertandingan ini (26/10) mereka malah bersedekah tiga poin kepada AS Roma.
Di sisi lain, puasa yang dijalani Cagliari sedikit lebih panjang, dengan total empat laga tanpa gol. Total Cagliari dihajar oleh Inter Milan dan Bologna, plus terpaksa berbagi poin bersama Udinese dan Hellas Verona.
Dengan keadaan kedua tim yang sama-sama lapar poin, allenatore (pelatih) Sassuolo, Fabio Grosso meyakini pertandingan bakal berjalan keras. Terlebih dengan status mereka sebagai tim tandang di stadion Unipol Domus, yang terkenal selalu dipadati suporter klub asal kepulauan Sardinia tersebut.
“Jelas kami tidak boleh meremehkan mereka, karena mereka juga ingin mengalahkan kami di hadapan suporter mereka. Sehingga setiap pertandingan, termasuk yang ini, bakal jadi uji performa dan kematangan diri dengan lawan yang setara,” ungkapnya dalam konferensi pra-pertandingan pada Rabu (29/10).
Menurut mantan penggawa Timnas Italia tersebut, kemampuan para pasukan Neroverdi untuk unjuk diri di hadapan suporter lawan bakal jadi kunci kesuksesan Sassuolo untuk meraih tiga poin. Namun tentu Cagliari punya niatan sama.
“Mungkin pertandingan ini bakal jadi sengit, bahkan kasar, karena yang terpenting bagi kami adalah menunjukkan bagaimana Sassuolo bisa meladeni lawan kuat. Pemahaman bagaimana tampil dan bertahan di depan lawan merupakan kemampuan yang wajib dimiliki dan dikembangkan untuk dapat membuka peluang,” lanjut Fabio.
Selain itu, dirinya juga menyoroti pertandingan sebelumnya melawan AS Roma, ketika mereka hampir kebobolan lagi di menit-menit akhir. Tentunya sang pelatih berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Sebagai pengingat, mereka sudah lebih kebobolan lebih dulu di seperempat awal pertandingan berkat gol dari Paulo Dybala.
“Kemarin terakhir-terakhir kami sempat mengendurkan diri, sehingga lebih sering kecolongan, dan penting bagi kami untuk tetap waspada. Kami harus tetap merapatkan barisan terutama di sisi sayap, dan tetap bertahan sambil sesekali membuka peluang menyerang,” tambah Fabio.
Pertandingan ini bakal jadi pertemuan antara dua Fabio, yakni Grosso selaku pelatih Sassuolo, dan Fabio Pisacane selaku pelatih Cagliari. Uniknya, keduanya tidak pernah saling berjibaku di lapangan hijau saat keduanya masih aktif bermain bola pada dekade lalu. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana