RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjelang laga El Clasico, Minggu (26/10) malam, tensi antara Barcelona dan Real Madrid kembali meningkat. Bukan dari lapangan, melainkan dari ucapan dua sosok yang tengah jadi sorotan publik sepak bola Spanyol, Lamine Yamal dan Gerard Piqué.
Pemicunya berawal dari komentar santai Lamine Yamal dalam sebuah sesi bincang santai yang dipandu Gerard Piqué. Saat itu, Piqué, yang kini menjabat presiden klub mini La Capital di ajang Kings League menyinggung soal persaingan dengan tim lain di kompetisi tersebut.
Ketika ditanya apakah rival La Capital, yaitu Porcinos, bisa dibandingkan dengan Real Madrid, Yamal menjawab dengan nada bercanda, namun sarat sindiran.
“Ya, mereka merampas, mereka suka mengeluh, mereka melakukan hal-hal seperti itu,” ujar Yamal sambil tersenyum.
Ucapan itu seketika memicu reaksi luas di kalangan pendukung kedua kubu. Sebagian fans Barcelona menilai komentar itu sebagai bentuk kepercayaan diri pemain muda yang tak gentar terhadap rival abadi, sementara pendukung Madrid menganggapnya sebagai provokasi menjelang duel besar La Liga.
Bukan kali pertama Yamal berbicara blak-blakan. Pada April lalu, usai Barcelona mengalahkan Real Madrid di final Copa del Rey, pemain jebolan La Masia itu juga sempat menegaskan bahwa “Madrid tidak bisa mengimbangi kami (Barcelona).”
Tanggapan Gerard Pique Kepada Yamal
Menanggapi reaksi publik atas komentar Yamal, Gerard Piqué memilih untuk turun tangan. Mantan kapten Barcelona itu membela sang pemain muda sekaligus menyalakan kembali bara rivalitas yang sudah berumur lebih dari seabad.
“Rivalitas antara Barça dan Madrid sudah ada sejak lama,” ujar Piqué dalam wawancara dengan media Spanyol.
“Mereka pernah menuduh kami mencuri, dan kami juga bisa bilang hal yang sama pada mereka.”
Ucapan itu sontak dianggap sebagai bentuk pembelaan sekaligus sindiran tajam terhadap Madrid. Di mata Piqué, apa yang diucapkan Yamal hanyalah bagian dari dinamika klasik dua klub terbesar Spanyol yang memang tak pernah akur.
Baca Juga: Erick Thohir Akhirnya Angkat Bicara Soal Kursi Pelatih PSSI: “Sudah Saatnya Kita Move On dari STY”
Pujian Pique untuk Bintang Muda Blaugrana
Di luar perdebatan, Piqué justru mengapresiasi Yamal sebagai sosok penting dalam skuat Barcelona saat ini. Ia menyebut pemain berusia 17 tahun itu sebagai bakat luar biasa yang punya potensi mengubah arah pertandingan besar seperti El Clásico.
“Dia punya kesempatan untuk mengubah segalanya. Dari mana dia berasal dan pencapaiannya sejauh ini sungguh luar biasa,” tutur Piqué.
Ia menilai kritik terhadap Yamal dari kubu Madrid merupakan hal yang wajar. “Itu bisa dimengerti. Mereka pasti ingin punya pemain seperti Lamine,” ujarnya.
Piqué lalu mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menaruh tekanan besar kepada sang pemain muda. “Kita tidak boleh menghancurkannya terlalu cepat. Yang paling penting adalah dia tetap belajar,” katanya.
Mantan bek yang pernah membawa Barcelona berjaya di era Guardiola itu juga menyampaikan pesan pribadi untuk Yamal.
“Pelajaran terbesar datang dari kekalahan. Waktu itu akan tiba, dan dia akan memikul tanggung jawab yang lebih besar. Tapi untuk sekarang, dia tampak sangat tenang dan itu luar biasa,” tambahnya.
Komentar dua figur ini membuat suasana jelang El Clásico semakin panas. Di tengah perebutan posisi puncak La Liga EA Sports, duel Barcelona versus Real Madrid akhir pekan nanti kini bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga perang psikologis yang sudah dimulai jauh sebelum wasit meniup peluit pertama. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari