RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Duel UEFA Champions League pada malam Selasa (21/10) bakal mencatatkan sejarah baru. Namun sejarah tersebut tidak berasal dari klub-klub besar.
Dua dari tiga klub debutan UEFA Champions League (UCL) musim ini, Kairat Almaty dan Pafos FC akan bertemu untuk pertama kali di ajang sepak bola teratas Eropa tersebut. Siapapun yang memenangkan laga kali ini juga akan mencetak kemenangan perdana di UCL dalam sejarah mereka.
Sebelumnya, Kairat Almaty sudah dihajar hingga jadi debu dua kali oleh Sporting Lisbon dan Real Madrid pada dua pertandingan pertama. Sementara itu, Pafos sukses menahan tetangga mereka, Olympiakos, namun kemudian digergaji oleh Bayern Munchen.
Diantara seluruh peserta UCL musim ini, Pafos FC merupakan klub paling muda yang pernah bergabung. Pafos juga satu-satunya klub peserta UCL yang secara resmi baru terbentuk di abad ke-21.
Secara hukum, Pafos FC didirikan pada 2014 silam di kota Paphos, Siprus. Namun secara de facto, Pafos FC merupakan gabungan dari beberapa klub sepak bola di wilayah Pafos Raya.
Pafos FC merupakan hasil merger atau gabungan dari dua klub, yakni AEP Paphos dan AEK Koukila, yang sama-sama berasal dari kota tersebut. AEP Paphos sendiri juga merupakan klub hasil merger antara APOP Paphos dan AS Evagoras, yang juga berasal dari kota di ujung barat daya pulau Siprus tersebut.
Karena ini, identitas Pafos FC banyak berakar dari AEP Paphos, namun juga memiliki trah identitas dari AS Evagoras. Wajah di logo Pafos FC merupakan siluet dari pahlawan revolusi Siprus, Evagoras Pallikarides, yang menjadi inspirasi nama AS Evagoras.
Kedua merger tersebut dilakukan untuk memudahkan manajemen dan mengkonsolidasi usaha sepak bola profesional di kota Pafos. Sejak 2017, Pafos FC menjadi klub swasta yang dimiliki oleh pengusaha Inggris, Roman Dubov.
Sejak dimiliki oleh Dubov, Pafos FC langsung melejit di kancah nasional. Puncaknya pada musim 2024-2025, Pafos FC langsung merebut dua trofi perdana sekaligus, mengawinkan trofi Piala Siprus dan Divisi Utama Liga Siprus untuk pertama kali.
Prestasi tersebut juga mengantar Pafos FC ke kancah Eropa untuk pertama kali. Sebagai juara Piala Siprus, Pafos FC berhak tampil di UEFA Conference League pada musim 2024-25 lalu sebagai wakil ketiga Siprus, bersama dengan APOEL Nicosia dan AC Omonia.
Pafos FC berhasil menjadi perwakilan Siprus yang melangkah paling jauh di turnamen tersebut, setelah memenangkan derby playoff eliminasi melawan Omonia. Namun kemudian Pafos langsung dipaksa ikut pulang di babak 16 besar setelah ditundukkan oleh IF Djurgadens.
Musim ini, berbekal tiket juara Liga Siprus, Pafos FC sukses meloncat ke UCL melalui jalur kualifikasi. Mengikuti kualifikasi mulai putaran kedua, mereka sukses menendang Maccabi Tel Aviv, Dynamo Kyiv dan Red Star Belgrade ke Europa League.
Pafos FC bersama FK Qarabag menjadi klub peserta UCL tahun ini dengan jalur kualifikasi paling panjang. Hanya Kairat Almaty yang memiliki perjaungan lebih berat, berhubung mereka harus ikut kualifikasi mulai putaran pertama.
Duel antara Pafos dengan Kairat juga menjadi salah satu pertandingan dengan jarak paling jauh. Para penggawa Pafos harus terbang sejauh kurang lebih 4.000 km dalam pertandingan mendatang, yang digelar di Stadion Pusat Kota Almaty.
Pun demikian, jarak tersebut bukan yang paling jauh pada gelaran UCL musim ini. Jarak tersebut dipegang oleh Sporting Lisbon yang harus terbang sejauh 7.200 km untuk sampai ke Almaty. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana