RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah musim lalu Liga 3 dipecah menjadi Liga Nusantara dan Liga 4, nampaknya perombakan kedua sepak bola akar rumput Indonesia bakal segera terjadi kembali. Rencana tersebut diumumkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam pertemuannya bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu (2/8).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Grahadi Surabaya tersebut, Erick mengumumkan penyesuaian kembali tangga sepak bola Indonesia sesuai statuta baru PSSI. Rencananya, Liga 3 bakal dibangkitkan kembali, dan Liga 4 bakal turun kasta.
“Ini bagian dari upaya PSSI untuk membangkitkan kembali semangat Perserikatan. Kami ingin memastikan kompetisi berjalan dari level akar rumput, dengan melibatkan Asprov, Askot, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” jelas Erick kepada awak media nasional.
Secara spesifik, Liga 3 direncanakan akan kembali ke format lama yang saat ini diusung Liga 4, yakni mempertandingkan klub di tingkat provinsi. Kemudian para juara provinsi akan diadu untuk memperebutkan gelar juara nasional dan promosi ke Liga Nusantara.
Sementara Liga 4 versi baru bakal turun jadi liga tingkat kota/kabupaten. Belum ada rencana pasti mengenai sistem promosi dari Liga 4 ke Liga 3, serta kedudukan Liga Nusantara terhadap Liga 3 dan Liga 4 dalam format baru ini.
“Liga 4 akan diselenggarakan di level kabupaten/kota untuk memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota. Sedangkan Liga 3 di level provinsi memperebutkan Piala Gubernur. Di level nasional, kompetisi ini akan berlanjut untuk memperebutkan Piala Presiden,” papar pria yang juga menjabat Menteri BUMN tersebut.
Jika Liga Nusantara tidak digantikan oleh Liga 3 dan tetap dipertahankan, berarti kedepannya Indonesia bakal punya lima kasta sepak bola dalam negeri. Tangga sepak bola Indonesia bakal terdiri dari Super League, Championship, Liga Nusantara, Liga 3 dan Liga 4.
Sementara jika Liga 3 menggantikan Liga Nusantara, maka tangga sepak bola Indonesia bakal kembali ke struktur sebelumnya yang dipakai hingga musim 2023/2024. Hanya saja kini liga askab/liga askot/liga internal masuk ke dalam tangga sepak bola nasional melalui Liga 4.
Gubernur Khofifah sendiri menyambut baik rencana tersebut. Terlebih, Jawa Timur terkenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kompetisi dan talenta sepak bola terbesar.
“Jawa Timur dikenal sebagai salah satu gudang talenta sepak bola nasional. Kami siap mendukung langkah PSSI dalam membangkitkan sepak bola akar rumput. Ini akan memberi energi positif dalam pembinaan atlet muda di daerah,” ujar Khofifah.
Sebagai gambaran umum, Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta Liga 4 Provinsi terbanyak, dengan total 66 klub berebut tiket menuju babak nasional. Jumlah tersebut juga berimbas pada jumlah tiket Liga 4 Nasional yang diberikan, dengan seluruh peserta babak 8 besar dijamin lolos ke tingkat tersebut. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana