RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Paris Sain-Germain (PSG) harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Chelsea di final Club World Cup 2025.
Kekalahan ini terasa mengejutkan bagi publik, terlebih penampilan skuad Luis Enrique tersebut terbilang fantastis di sepanjang turnamen.
Chelsea sendiri yang keluar sebagai juara menjelma bak laut samudra, terasa tenang namun dapat menjadi ombak yang menggulung PSG.
Jika menilik statistik lebih dalam, justru anak asuh Enzo Maresca tampil jauh lebih efisien dan mematikan di depan gawang.
Data lengkap dari FotMob menunjukkan bahwa dominasi PSG hanya terjadi di lini tengah dan pada distribusi bola. Peluang PSG pun sebenarnya tidak benar-benar mengancam gawang Sanchez.
Dalam hal tembakan, xG atau expektasi gol, dan peluang besar, Chelsea jauh lebih unggul. Hasil akhirnya pun mencerminkan siapa yang benar-benar menguasai laga.
Gaya Chelsea ini mengingatkan pada Jose Mourinho yang yang selalu menegaskan penguasaan bola bukan segalanya. The Blues membuktikan bahwa efisiensi dan konversi peluang adalah kunci utama untuk menang.
Baca Juga: Cool-nya Cole Palmer di Final: Mengintip Statistik dan Fakta Unik Bintang Chelsea yang Memukau
Statistik Inti: Chelsea Unggul dalam Efektivitas
-
xG (Expected Goals): Chelsea 2,06 vs PSG 0,53
-
Tembakan total: Chelsea 10 vs PSG 8
-
Tembakan dalam kotak penalti: Chelsea 8 vs PSG 5
-
Peluang besar: Chelsea 3 vs PSG 2
-
Peluang besar terbuang: Sama-sama 2
-
xG Tepat Sasaran (xGOT): Chelsea 2,95 vs PSG 1,35
Cole Palmer dan kolega menciptakan peluang lebih berkualitas, bahkan xG mereka hampir 4 kali lipat lebih tinggi dari PSG.
Ini mencerminkan betapa klinis dan berbahayanya serangan Chelsea, meski tanpa banyak menguasai bola. Jika melihat kembali cuplikan proses gol, barisan bek PSG banyak yang terkecoh dengan gaya serangan Chelsea.
-
Penguasaan bola: PSG 66% vs Chelsea 34%
-
Akurasi umpan: PSG 91% vs Chelsea 81%
-
Jumlah operan sukses: PSG 544 vs Chelsea 243
Statistik umpan PSG memang rapi, tetapi tidak produktif. Mereka gagal mengubah dominasi penguasaan bola menjadi tekanan nyata. Umpan-umpan mereka cenderung bertahan di lini tengah tanpa mengancam gawang Chelsea secara konsisten.
Chelsea Menyerang dengan Presisi
Dengan hanya 10 tembakan, Chelsea mampu mencetak 3 gol dan menghasilkan xG hampir sempurna (2,06).
Serangan balik cepat, positioning yang tepat, dan pengambilan keputusan cerdas jadi kunci kemenangan mereka. Tim asuhan Enzo Maresca tidak perlu banyak peluang—cukup manfaatkan yang terbaik. (kam)
Editor : Hakam Alghivari