RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique menegaskan dirinya dan anak-anak asuhnya belum puas dengan capaian mereka memenangkan UEFA Champions League. Mereka ingin memulai proses mengawinkan gelar UCL dengan titel Piala Dunia Antarklub mulai dari babak semifinal melawan Real Madrid pada Kamis dinihari (10/7).
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Luis menegaskan PSG ingin menjadi yang terbaik tidak hanya di Eropa, namun juga dunia. “Terlebih kesempatannya hanya datang empat tahun sekali, sehingga kami ingin menang dan melaju ke final,” ujarnya.
Pelatih asal Spanyol tersebut bakal berduel dengan kompatriotnya, Xabi Alonso selaku pelatih Real Madrid. Luis tidak banyak sesumbar mengenai peluang menghadapi legenda Real Madrid tersebut, terutama karena Xabi belum sebulan menjabat posisi entrenador (pelatih).
“Kami tahu bahwa pemain-pemainnya kuat, tapi dia sendiri masih baru mulai bekerja. Saya sendiri sudah dua tahun bekerja bersama PSG, jadi saya rasa situasi kami berbeda, namun tetap menarik,” papar Luis.
Sehingga Luis menyimpulkan permainan Madrid di bawah Xabi bakal sulit dibaca. Namun Luis tetap meyakini El Real bakal jadi lawan yang sulit dikalahkan, apalagi dengan beban kompetisi tingkat dunia.
“Kami bakal mencoba menguasai permainan lebih dulu. Banyak dari para pemain yang kemungkinan tidak bakal bermain di turnamen ini lagi, sehingga babak semifinal dan final sudah cukup untuk kami jadikan motivasi,” pungkas Luis.
Siapapun dari PSG atau Madrid yang memenangkan partai semifinal bakal ditunggu oleh Chelsea di babak final pada Senin dinihari (14/7). Chelsea mengamankan tiket final lebih dulu setelah menyingkirkan satu-satunya wakil non-Eropa yang tersisa, Fluminense dua gol tanpa balas. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana