RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nampaknya musim 2025 bagi menjadi kemelut yang makin runyam bagi Jorge Martin. Bukannya berusaha mempertahankan gelar, juara dunia MotoGP musim lalu tersebut malah terancam diseret ke meja hijau, di samping masih memulihkan diri dari cedera.
Hingga saat ini Martin belum sekalipun menyentuh garis finish dan baru sekali start saat gelaran GP Qatar lalu, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan pada uji coba pramusim. Usai kembali jatuh di Qatar, Martinator (julukan Jorge) belum menaiki motor Aprilia RS-GP miliknya lagi.
Karena itu tim yang ia bela, Aprilia Racing berusaha bernegosiasi dengan Jorge tentang klausa pada kontrak yang mereka sepakati. Yakni jika Jorge merasa tidak puas dengan performa motornya pada tujuh balap pertama MotoGP musim 2025, Martinator boleh melirik motor tim lain.
Sebelum sesi kualifikasi MotoGP seri Belanda di sirkuit Assen pada Sabtu (28/6), manajer Jorge, Albert Valera mengklaim Jorge memilih menepati persetujuan kontrak tersebut. Sehingga sang juara bertahan bakal angkat koper dari Aprilia musim depan.
“Sudah cukup jelas, ia telah mengeksekusi klausul yang ada dalam kontraknya dan kami hanya mengikuti kontrak tersebut. Dia sepenuhnya terbuka, tersedia, dan kami akan melihat apa yang terjadi di masa mendatang,” papar Alberto menegaskan hak Jorge dalam konferensi pers di sirkuit tersebut.
Namun untuk saat ini menurut Albert, Jorge belum memutuskan bakal berganti sepeda motor apa untuk musim depan. Meskipun, santer dikabarkan Jorge ingin menunggangi motor Honda pada 2026 mendatang.
Di samping itu Albert juga menyayangkan putusnya negosiasi antara kliennya dan Aprilia. "Kami selalu ingin memperpanjang klausul tersebut dengan itikad baik. Menurut kami Aprilia dan Jorge pantas mendapatkan kesempatan kedua, tapi malah ditolak,” lanjut Albert.
Menanggapi pernyataan tersebut, CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menyebut pihaknya bakal menyeret Martinator ke Aprilia jika dirasa perlu. Pernyataan tersebut dibuat setelah CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpelata selaku promotor MotoGP mengancam menendang Martin jika permasalahan kontraknya tidak selesai sampai tahun depan.
“Dorna, asosiasi pabrikan (MSMA) dan asosiasi tim (IRTA) tidak akan menerima pendaftaran pembalap yang belum jelas kebebasan statusnya, baik karena masalah hukum maupun karena masalah kontrak. Agar bisa didaftarkan, kedua belah pihak (Jorge dan Aprilia) wajib antara mencapai kesepakatan, atau menyerahkan keputusan pada hakim,” jelas Carmelo pada Minggu siang (29/6).
Beberapa jam kemudian, Rivola mengamini statemen tersebut. “Pendapat kami tetap, beliau (Martin) masih ada kontrak dan belum bisa kemana-mana. Tentu kami berharap beliau berubah pikiran, karena kami mau membantunya dalam kejuaraan,” ujarnya sebagaimana disadur dari The Race.
Sehingga keputusan yang dapat diambil oleh Aprilia dan pihak Jorge Martin tersisa dua. “Antara kami duduk bersama hingga tercapai kata sepakat, atau kami bawa ke pengadilan, kami siap dua-duanya demi integritas perusahaan,” klaim Rivola.
Sedianya Jorge dan Aprilia menandatangani kontrak selama dua tahun, dengan klausa performa sebagaimana telah diulas. Namun dengan cedera yang saat ini dialami, Martin memutuskan ingin minggat, sementara Aprilia beranggapan klausa kontrak tetap berlaku meskipun Jorge absen, (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana