Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Simon Tahamata, Legenda Ajax yang Digadang-gadang jadi Pemandu Bakat Timnas Indonesia

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 21 Mei 2025 | 01:50 WIB
(Dok. Ajax Amsterdam)
(Dok. Ajax Amsterdam)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Simon Tahamata ramai menjadi bahan perbincangan publik sepak bola Indonesia sejak Selasa (20/5). Pasalnya, media Belanda menyebut legenda Ajax tersebut bakal bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai pemandu bakat.

Menurut agen Simon, Ahmed Naser, salah satu faktor yang mendorong Simon bergabung dengan skuad Garuda adalah keberadaan kompatriotnya, Patrick Kluivert. “Patrick merupakan salah satu alasan dia ingin bergabung,” jelasnya kepada media Belanda, AT5.

Serupa dengan salah satu asisten Patrick, yakni Denny Landzaat, Simon juga merupakan warga negara Belanda keturunan Maluku. Simon lahir di Vught, Belanda pada 1958, sewindu setelah kedua orang tuanya bermigrasi dari Maluku ke Belanda.

Semasa muda, Simon menimba ilmu di akademi klub Theole selama tiga tahun, sebelum berpindah ke akademi milik Ajax Amsterdam. Ajax juga menjadi klub pertama yang ia bela dalam karir seniornya.

Bersama klub asal ibukota Belanda tersebut, Simon meraih dua gelar Eredivisie dan satu gelar Piala KNVB. Selain itu, dirinya juga sempat mengantar Ajax menembus semifinal Piala Eropa sekali.

Pada musim panas 1980, Simon memutuskan pindah ke Belgia untuk membela Standard Liege. Simon membawa pulang dua gelar Liga Belgia, plus dua trofi Piala Belgia. Selain itu dirinya juga sempat mengantar Standard ke final Piala Eropa pada 1982, namun kalah 2-1 dari Barcelona.

Pada 1984 Simon kembali ke Belanda, kali ini membela Feyenoord Rotterdam. Sisa karir sepak bola Simon dihabiskan di Liga Belgia, membela Beerschot AC dan Germinal Ekeren hingga gantung sepatu pada 1996.

Usai pensiun, dirinya kembali ke Standard Liege sebagai pelatih tingkat kelompok usia. Kebanyakan karirnya sebagai pelatih dijalani pada level tersebut. Total Simon telah melatih Standard, Beerschot, Ajax dan Al-Ahli untuk usia muda.

Kepelatihan Simon di Ajax berlangsung selama dua periode, yakni 2004-2009 dan sejak 2014 hingga tahun lalu. Simon memutuskan keluar dari Ajax pada tahun lalu setelah mengalami ketidak sepahaman mengenai jam kerjanya sebagai pelatih.

Menurut Simon, pihak manajemen ingin mengurangi jam kerjanya, dan negosiasi antara dirinya dengan manajemen buntu hingga tahun ini. Di sela-sela negosiasi  sambil menunggu jawaban manajemen, Simon menyempatkan diri membangun sekolah sepak bola di Jerman.

“Saya rasa keluarnya saya sedikit didorong faktor klub. Saya marah karena katanya mereka akan menghubungi saya kembali, namun kenyataannya tidak, sehingga saya merasa agak dipermainkan,” ujarnya pada awal Mei kepada AT5. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#indonesia #Denny Landzaat #maluku #ajax amsterdam #Simon Tahamata #eredivisie #belanda #Timnas Indonesia #patrick kluivert #feyenoord #Standard Liege #ajax #amsterdam