BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membangun tribun Stadion Letjend Soedirman (SLS) Rp 9,5 miliar (M) terancam gagal.
Alasannya, anggaran dikepras dampak efisiensi anggaran secara nasional.
Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro Khurunin mengatakan, beberapa program dan pekerjaan terdampak efisiensi anggaran. Namun, untuk pembangunan tribun belum ada kepastian.‘’Belum tahu (terlaksana atau tidak),” katanya.
Menurut Khurunin, pembangunan tribun SLS sudah dianggarkan pada APBD tahun ini. Namun terdapat kemungkinan terkena efisiensi anggaran. Sehingga bisa saja batal.
‘’Sudah dianggarkan,” ungkapnya.
Berdasar sistem informasi rencana umum pengadaan (sirup) lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP), dilakukan lelang pembangunan dua lantai tribun stadion. Pagu sebesar Rp 9,5 miliar bersumber APBD. Pemilihan penyedia dimulai Maret hingga April mendatang. Sedangkan, pelaksanaan kontrak dilakukan di April.
Menurut Khurunin hampir semua program dan pekerjaan terdampak efisiensi. Salah satunya kartu potensi olahraga berjenjang (KPOB) yang dipastikan terdampak dan tidak dilaksanakan tahun ini.
Manajer Kompetisi dan Pengembangan Klub Persibo Ali Mahmud mengatakan sebenarnya menyambut baik rencana pembangunan tribun SLS tersebut. Sehingga penonton lebih nyaman dalam menyaksikan setiap pertandingan Persibo di kandang. Terlebih SLS sendiri menjadi kadang atau homebase The Giant Killer sejak berkompetisi di Liga 3 hingga Liga 2 musim ini.
‘’Semoga menyentuh perbaikan lainnya,” ujarnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana