RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Laga playoff degradasi Liga 2 antara Persibo Bojonegoro dan Gresik United (GU) di Stadion Letjen H. Soedirman, Jumat (21/2), berlangsung panas dan penuh ketegangan. Pertandingan yang berakhir imbang 0-0 ini bukan hanya menyajikan duel strategi, tetapi juga pertarungan fisik yang keras.
Total enam kartu kuning sepanjang laga menjadi bukti sengitnya duel ini. Namun, puncak tensi terjadi di menit-menit tambahan waktu akhir pertandingan ketika wasit harus mengeluarkan tiga kartu merah dalam insiden yang memanas.
Persibo yang tampil lebih agresif menciptakan banyak peluang, tetapi gagal menembus pertahanan rapat Gresik United. Di sisi lain, tim tamu lebih banyak bermain bertahan sambil mengandalkan serangan balik meskipun peluang mereka sangat minim. Intensitas tinggi di lapangan membuat laga berlangsung keras, dengan banyak benturan dan protes dari kedua kubu.
Drama Kartu Merah di Menit Akhir
Ketegangan memuncak di masa injury time saat insiden panas terjadi di dekat kotak penalti Gresik United. Osas Saha, striker andalan Persibo, dilanggar salah satu pemain bertahan GU, memicu kemarahan para pemain Persibo.
Adu mulut pun tak terhindarkan, dan situasi semakin kacau ketika ben jangkung Persibo Otávio Dutra serta Marko Ivanovic pemain bertahan Gresik United tersulut emosi dan terlibat kontak fisik. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah untuk keduanya, membuat kedua tim kehilangan pilar penting di detik-detik akhir laga.
Tidak berhenti di situ, suasana semakin panas ketika satu pemain Gresik United, Kahar Kalu melakukan tindakan tidak terpuji dengan menanduk bagian perut bek Persibo, Nur Hidayat. Insiden ini langsung berbuah kartu merah ketiga dalam hitungan menit.
Dengan hasil ini, Persibo sendiri harus mati-matian ketika bertandang ke stadion Persewar Waropen demi mengamankan kaki di kompetisi Liga 2. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari