Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Match ASEAN Cup 2024 Indonesia vs Filipina: Setidaknya, Garuda Pulang dengan Bekal

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 23 Desember 2024 | 05:32 WIB
(Dok. ANTARA)
(Dok. ANTARA)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Skuad tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia terpaksa menelan kenyataan setelah ditekuk Filipina 1-0 dari titik sebelas meter dan bermain dengan 10 orang dalam laga terakhir fase grup ASEAN Cup di Stadion Manahan Solo (21/12). Setidaknya, perjalanan skuad Garuda (julukan timnas Indonesia) melahirkan calon-calon bintang baru yang siap memulai regenerasi timnas senior Indonesia.
 
Dengan tiket lolos ke semifinal ASEAN Cup di depan mata, skuad Indonesia dan Filipina langsung tancap gas sejak peluit pertama berbunyi. Namun, The Azkals (julukan timnas Filipina) sukses mendikte jalannya permainan terlebih dahulu dengan penguasaan bola cepat.
 
Baru empat menit pertandingan berjalan drama sudah membumbui pertandingan setelah kiper Filipina, Patrick Deyto dilanggar oleh Muhammad Rahyan Hannan saat berebut bola. Patrick tidak kuat melanjutkan tugas di bawah mistar dan harus digantikan oleh Quincy Kameraad lima menit kemudian.
 
Sepanjang babak pertama, Filipina sering berkunjung ke kotak penalti Indonesia dan memaksa kiper Indonesia, Cahya Supriadi jatuh bangun menyelamatkan gawang sendiri. Sebaliknya, Indonesia tergolong lancar dalam melancarkan serangan balik, namun tidak didukung dengan penyelesaian yang apik.
 
Selain itu, Quincy Kameraad juga menunaikan tugas sebagai pelapis dengan baik. Marselino Ferdinan nyaris mencetak gol di menit ke-38, namun meskipun bola gagal ditepis Quincy, sentuhan tangannya cukup untuk membelokkan bola ke tiang dan menjauh dari gawang.
 
Jelang akhir babak pertama, Indonesia terpaksa bermain 10 orang setelah Muhammad Ferarri diganjar kartu merah karena membalas provokasi dari Amani Aguinaldo dengan keras. Amani sendiri hanya diganjar kartu kuning untuk perbuatannya tersebut.

Di babak kedua, merespons keadaan lini depan yang kurang tajam, pelatih Indonesia Shin Tae-Yong (STY) mencoba merubah peruntungan dengan memarkir Rafael Struick dan menurunkan Hokky Caraka. Namun, The Azkals masih rajin melakukan kunjungan ke lini belakang Indonesia.
 
Di menit ke-62, Filipina mendapat hadiah penalti setelah melalui pengecekan VAR yang cukup panjang, Dony Tri Pamungkas ketahuan handsball setelah tidak sengaja menahan umpan lambung Paul Tabinas dengan lengan atasnya. Bjorn Kristensen dengan mudah mengkonversi penalti menjadi gol untuk Filipina meskipun tendangannya dapat dibaca Cahya Supriadi.
 
Meskipun skuad Garuda mulai dapat merangsek ke dalam lini pertahanan Filipina, usaha mereka masih belum berbuah gol. STY merespon dengan memarkir Achmad Maulana, Marselino Ferdinan, Rayhan Hannan dan Hokky Caraka, dan memasukkan Victor Dethan, Arkhan Kaka, Ronaldo Kwateh dan Robby Darwis.
 
Meskipun Ronaldo Kwateh nyaris dapat menyamakan kedudukan tepat di akhir pertandingan, tendangannya masih dapat ditangkap Quincy Kameraad. Dengan peluit panjang berbunyi, Indonesia resmi terskingkir dari ASEAN Cup 2024.
 
Dalam konferensi pers pascapertandingan, STY menyayangkan nasib anak asuhnya yang kembali harus bermain 10 orang setelah sebelumnya Marselino Ferdinan diusir dari lapangan saat melawan Laos (12/12). “Bisa dikatakan saya kecewa, sebelumnya Marselino dikartu merah saat melawan Laos, kali ini giliran Muhammad Ferarri, sehingga kami kesulitan mencetak gol,” jelas STY.
 
Selain itu, STY juga mengaku kelelahan masih membebani anak-anak asuhnya. “Mereka kecapekan sehingga tidak dapat bertarung maksimal, terutama Rafael Struick. Namun menimbang penampilannya di Liga Australia, saya yakin Struick akan kembali prima pada kualifikasi Piala Dunia mendatang,” ujar STY.
 
Sebagai catatan, Struick membela Brisbane Roar dalam A-League (Liga Australia) yang baru memulai musim 2024/2025 Oktober lalu. Struick telah tampil dalam 5 dari 8 pertandingan Roar, namun baru sekali menjadi starter.
 
STY sendiri tetap optimis dan mengambil hikmah dari penampilan anak-anak asuhnya sepanjang turnamen. “Meskipun gagal, ini merupakan pengalaman baru untuk pemain muda kami. Apalagi memang lawan-lawan kami tim senior, sehingga tidak perlu khawatir,” ungkap STY.
 
Sementara itu, pelatih Filipina, Albert Capellas puas dengan performa anak-anak asuhnya yang dapat menang di saat-saat terakhir. “Kami kesulitan mencetak gol di pertandingan-pertandingan sebelumnya, sehingga kami kesulitan menuju babak selanjutnya, dan pertandingan kali ini juga sangat sulit berhubung pemain kami juga lelah,” jelas Albert.
 
“Kami telah bekerja keras meskipun lelah, namun saya rasa keberuntungan juga berpihak pada kami, makanya saya senang dengan hasil kali ini meskipun turnamen kali ini sangat sulit,” tambahnya.
 
Dengan hasil ini, Filipina akan bertemu dengan Thailand di semifinal ASEAN Cup 2024. Sementara juara Grup B, Vietnam, akan bertemu dengan Singapura setelah skuad Negeri Merlion tersebut menahan imbang Malaysia 0-0 di pertandingan terakhir.
 
Sementara, untuk skuad Indonesia, dengan hasil tersebut, mereka harus angkat koper dari turnamen namun juga dapat kembali ke liga masing-masing serta menikmati liburan natal dan tahun baru. Mereka akan kembali beraksi Maret 2025 mendatang, saat mereka melanjutkan petualangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia di Sydney Football Stadium (20/3/2025). (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Asean Cup #ASEAN Cup 2024 #muhammad ferarri #STY #The Azkals #Marselino Ferdinan #shin tae-yong #indonesia #a-league #timnas #Timnas Indonesia #stadion manahan solo #cahya supriadi #garuda #Ronaldo Kwateh #vietnam #thailand #singapura #Albert Capellas #filipina