RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Insiden kurang mengenakkan terjadi sepanjang pertandingan Bahrain saat menjamu Jepang pada kualifikasi Piala Dunia zona Asia (10/9). Suporter Bahrain yang bertindak sebagai tuan rumah mencemooh lagu kebangsaan Jepang, menyorot laser ke arah pemain Samurai Biru (julukan timnas Jepang) sepanjang pertandingan, serta membunyikan peluit untuk memcah konsentrasi.
Memang tindakan-tindakan tersebut tidak dapat menghentikan Jepang membantai Pasukan Dilmun (julukan timnas Bahrain) dengan skor 5-0. Namun pelatih Jepang, Hajime Moriyasu naik darah atas perbuatan suporter Bahrain, karena tidak menjunjung sportivitas.
“Saya ingin tindakan cemoohan saat lagu kebangsaan dikumandangkan, serta usaha mengganggu pemain saya dihentikan. Timnas Bahrain dapat bermain dengan sangat sportif dan adil, sehingga saya meminta suporter untuk dapat berlaku serupa,” ujar Moriyasu dalam konferensi pers pasca pertandingan tersebut.
Tidak hanya itu, asosiasi sepak bola Bahrain (BFA) juga dikenai denda 10.000 CHF (4.400 Dinar Bahrain, Rp 182 juta) dari FIFA atas insiden tersebut. Rinciannya, 5.000 CHF karena sorotan laser, dan 5.000 sisanya karena peluit suporter.
Mengantisipasi insiden serupa saat Bahrain menjamu timnas Indonesia malam ini (10/10 23.00 WIB), Manajer Timnas Indonesia, Sumardji mengimbau suporter tuan rumah untuk menjaga tindak tanduk dan mengedepankan sportivitas. Dirinya juga membahas insiden tersebut saat rapat koordinasi pertandingan dengan panitia pelaksana setempat.
“Teruntuk suporter tim lawan, kami berharap agar tidak lagi menggunakan cara yang tidak baik seperti menggunakan laser dan diarahkan ke pemain timnas Indonesia. Hal itu sangat tidak baik dan mencederai asas fair play,” ungkapnya saat rapat koordinasi.