Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Semifinal FA Cup: Lelah Lahir Batin, City Tetap Melenggang Ke Final, Potensi Derby Manchester

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 22 April 2024 | 00:15 WIB
Meskipun diterpa kelelahan lahir dan batin, Manchester City tetap mampu memuluskan jalan ke final FA Cup. (Foto: Dok. Manchester City)
Meskipun diterpa kelelahan lahir dan batin, Manchester City tetap mampu memuluskan jalan ke final FA Cup. (Foto: Dok. Manchester City)

 

RADAR BOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Manchester City datang ke Stadion Wembley pada Sabtu (20/4) dengan penuh tekanan dan kelelahan lahir dan batin. Bagaimana tidak, selain baru saja gagal melangkah ke semifinal UEFA Champions League (UCL) di hadapan publik sendiri, mereka juga hanya memiliki jeda istirahat tiga hari sebelum berhadapan dengan Chelsea dalam semifinal FA Cup (Piala Inggris).

Karena sama-sama merupakan laga penting, pelatih City, Pep Guardiola tidak banyak mengubah posisi pemain andalannya, terutama di lini depan. Para pemain yang mendapat tugas tambahan ini diantaranya Jack Grealish, Kevin de Bruyne, Phil Foden dan Bernardo Silva.

Tekanan yang dirasakan City terasa di awal babak pertama. Baru lima menit laga berjalan, lini belakang City hampir kewalahan menangani gempuran The Blues (Julukan Chelsea). Meskipun demikian, City juga mampu memanfaatkan momen-momen tersebut untuk melakukan serangan balik.

Bahkan Phil Foden hampir dapat memberi keunggulan lebih dulu kepada City di menit ke-14. Sayangnya, meskipun berhasil menyalip Djordje Petrovic di depan gawang Chelsea, sepakan Foden masih dapat mengenai tangan Petrovic dan terpantul menjauhi gawang. Meskipun Foden berhasil me-lob kembali bola ke arah gawang, bola sukses dibuang oleh Marc Cucurella.

Dari momen tersebut, Chelsea dan City saling bertukar serangan, dengan Nicholas Jackson dan Kevin de Bruyne hampir mengancam gawang masing-masing lawan. Namun hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol tercipta.

Di babak kedua, Chelsea berusaha menambah serangan sambil menjaga posesi bola. Taktik ini hampir berhasil dimanfaatkan oleh Jackson, namun Stefan Ortega masih dapat melindungi gawang City dari bola.

Pada menit ke-54, saat Cole Palmer mengeksekusi tendangan bebas, bola mengenai tangan Jack Grealish yang menjadi anggota pagar betis di kotak penalti. Namun setelah Palmer mengajukan protes dan wasit melakukan cek VAR, alih-alih memberi penalti untuk Chelsea, wasit memutuskan tendangan Cole tetap sah dan berhubung melenceng dari gawang, goal kick diberikan kepada City.

Dari momen tersebut, kepercayaan diri City bertambah, dan mereka makin rajin melakukan serangan balik. Enam menit jelang akhir waktu normal, akhirnya perjuangan City membuahkan hasil.

Setelah Jeremy Doku memberikan umpan terobosan kepada Kevin de Bruyne, bola masih dapat ditepis oleh kaki Djordje Petrovic. Namun bola memantul ke arah Bernardo Silva yang langsung mengarahkan bola ke gawang.

Di injury time, Chelsea sempat memiliki kesempatan menyamakan kedudukan, namun nahas, tendangan Mykhailo Mudryk malah melenceng jauh di atas gawang. Praktis, gol Bernardo Silva menjadi satu-satunya gol yang tercipta, dan berhasil mengantarkan City ke final FA Cup.

Usai pertandingan, Pep Guardiola mengaku anak-anak asuhnya masih kelelahan setelah kalah di pertandingan UCL, namun patut diacungi jempol atas usaha yang ditunjukkan saat melawan The Blues. “Kami banyak kehilangan bola karena masih lelah. Namun para pemain melakukan usaha luar biasa, saya sendiri heran mengapa kami bisa bermain hari ini,” ujar Pep.

Pep juga menyuarakan kritik atas jadwal pertandingan yang diterima oleh City, yang menyebabkan anak-anak asuhnya kurang istirahat. “Benar saya senang bermain di FA Cup dan UCL, tapi jadwalnya terlalu ketat. Kenapa kami tidak diberi jadwal hari Minggu agar dapat istirahat? Padahal lawan-lawan kami tidak bermain turnamen tingkat Eropa seperti kami,” jelas Pep.

Sementara itu, pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino menerima kekalahan dengan lapang dada. “Meskipun kami bermain baik, tidak pantas rasanya jika saya berkata kami bermain lebih baik. Yang terpenting kami sudah berusaha sepenuh hati, dan sekarang bisa fokus ke fase akhir Liga Inggris serta musim depan,” ujar Poche.

Disinggung mengenai handsball Grealish, Poche juga mengaku seharusnya anak-anak asuhnya diberi penalti. “Saya sendiri tidak melihat dengan jelas, tapi diberitahu staf kepelatihan kalau ada handsball. Saya tidak menyalahkan wasit, hanya memberi saran untuk cek VAR, tapi hasilnya tidak penalti. Menurut saya seharusnya penalti, tapi ya sudah kita move on,” jelas Poche.

Dengan hasil tersebut, Manchester City tinggal menunggu hasil pertandingan antara Coventry City dan Manchester United malam ini (21/4) untuk memastikan calon lawan mereka di final FA Cup. Jika United dapat memenangkan semifinal, final FA Cup akan menjadi derby Manchester ketiga musim ini, dan trofi FA Cup dipastikan akan jatuh ke tangan kota Manchester. Pertanyaannya tinggal satu: Manchester yang mana, merah atau biru?

 

Hasil Semifinal FA Cup (20/4)

Manchester City 1 – 0 Chelsea
(Bernardo Silva 84’) (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Coventry City #mykhailo mudryk #wembley #Marc Cucurella #pep guardiola #fa cup #piala fa #manchester city #kevin de bruyne #chelsea #var #bernardo silva #united #semifinal FA Cup #city #Final FA Cup #manchester united