Abdul Jalil: Cinta Sastra

Dewi Safitri • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:50 WIB
Abdul Jalil
Abdul Jalil

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dunia sastra dan teater menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup Abdul Jalil. Pria bergelar Magister itu mengemban amanah sebagai Kepala UPT SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro. Namun, kecintaannya pada sastra tak pernah benar-benar ditinggalkan.

Minat Jalil, sapaan Abdul Jalil, terhadap puisi dan drama tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Berbagai prestasi lomba cipta maupun baca puisi berhasil diraih hingga mengantarkannya menjadi juara Baca Puisi Peksiminas Perguruan Tinggi Negeri pada 1990 di Universitas Negeri Jember saat menempuh pendidikan di IKIP Negeri Malang, kini Universitas Negeri Malang.

Baca Juga: Hadi Wijaya, Suka Koleksi Barang Kawak

Selama kuliah, Pria 56 tahun tersebut, aktif di Teater Angan-Angan. Bersama komunitas teater jurusannya itu, ia mementaskan sejumlah naskah drama di berbagai kampus hingga menjadi pengisi suara sandiwara radio garapan Teater Angan-Angan yang diproduksi atas pesanan Kalbe Farma.

Ketertarikannya pada sastra berlanjut ke penulisan kajian. Sejumlah analisis berupa buku dan artikel ilmiah pernah dimuat di Majalah Sastra Jembatan Merah, Jurnal At-Tuhfah STAI Sunan Giri Bojonegoro. Serta berbagai artikel lepas lainnya.

"Pernah juga berdiskusi sastra bersama almarhum Anas, wartawan Radar Bojonegoro," kenangnya.

Lulusan SMAN 1 Bojonegoro itu sempat bercita-cita kuliah di Fakultas Sastra UGM. Namun, atas saran gurunya, ia memilih IKIP Malang dan memperoleh beasiswa ikatan dinas hingga lulus pada 1994.

"Jika ingin manfaat ilmunya, masuk saja ke IKIP," kenang Jalil menirukan nasihat gurunya.

Baca Juga: Tuwuh Handayani Mendapat Gelar Doktor di Usia 52 Tahun

Karirnya sebagai pendidik dimulai di SMAN 1 Kedungadem pada 1995. Kemudian, pada 2004 dimutasi ke SMAN 1 Bojonegoro hingga 2022. Ia dipercaya memimpin SMAN 1 Gondang pada 2022. Dan, sejak 2025, Jalil memimpin SMAN 1 Sugihwaras hingga saat ini.

Bagi Jalil, hidup ibarat panggung teater. Hanya berharap peran yang dimainkan sesuai skenario-Nya. Mengarah pada kebaikan dan kebermanfaatan. Pilihannya, pasti jatuh pada peran protagonis.

Sementara itu, menjadi perannya saat ini, yakni sebagai Kepala Sekolah. Menurutnya, adalah menuntut benteng integritas.

Baca Juga: Mengenal Abdul Aziz, Koleksi Buku Nonfiksi

"Seburuk apa pun dunia yang kita hadapi, jangan mengikuti arusnya. Tapi bagaimana kita mengatur strategi agar tetap bertahan dengan nilai-nilai integritas," tegas pria yang gemar mengoleksi buku sastra, keagamaan, dan biografi tokoh pesantren itu. (ewi/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
UPT SMAN 1 Sugihwaras Bojonegoro Sosok kepala sekolah sastra