BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Lokasinya berada di gang sempit. Namun, siapa sangka restoran tersebut mampu berkembang menjadi salah satu tempat kuliner yang cukup dikenal di Bojonegoro. Di balik kesuksesan itu, ada cerita perjuangan dan strategi bisnis yang dibangun dengan serius oleh pengusaha kuliner, Irwan Mosianto.
Irwan mendirikan Ria Resto pada 2018. Awalnya, usaha tersebut berangkat dari tugas akhir kuliah putrinya, Eveline Mosianto, yang menempuh pendidikan di bidang bisnis. Saat itu, Eveline memilih membuka usaha kuliner sebagai bagian dari proyek akademiknya.
“Pembangunan dimulai pada Februari, kemudian November sudah mulai buka. Itu tahun 2018,” ujar Irwan kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Meski berawal dari tugas kuliah, Irwan tidak ingin usaha tersebut berhenti setelah putrinya lulus. Ia memutuskan terjun secara total agar restoran itu benar-benar berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Tantangan terbesar saat itu adalah lokasi restoran yang berada di dalam gang sempit. Kondisi tersebut sempat membuat keluarga Irwan ragu.
“Karena lokasinya di gang sempit, kami sempat ragu. Karena itu, kami menggunakan jasa konsultan restoran,” ungkap pendiri Ria Resto tersebut.
Sejak awal, Irwan memilih konsep restoran keluarga dengan menu utama Chinese food yang telah disesuaikan dengan selera masyarakat lokal. Menurutnya, segmen keluarga memiliki pasar yang lebih stabil dan bertahan dalam jangka panjang.
Konsep tersebut diterapkan hingga ke detail interior restoran. Ukuran meja dan kursi dirancang secara khusus agar nyaman digunakan oleh keluarga yang datang bersama-sama.
“Mejanya saya ukur dan desain khusus,” jelasnya.
Sebelum menentukan konsep dan menu, Irwan bersama putrinya melakukan survei ke sejumlah restoran di Bojonegoro maupun luar daerah. Mereka ingin menemukan cita rasa yang khas dan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.
Tak hanya itu, desain restoran juga dibuat dengan nuansa modern dan kekinian agar pengunjung merasa nyaman saat menikmati hidangan.
Namun, Irwan menyadari bahwa bisnis kuliner merupakan sektor yang sangat dipengaruhi tren. Karena itu, ia memilih fokus pada hal yang dianggap paling penting, yakni menjaga konsistensi rasa dan kualitas makanan.
Menurutnya, meskipun beberapa kali berganti juru masak, cita rasa masakan Ria Resto tetap dipertahankan agar pelanggan tidak kecewa.
“Itu yang kami jaga. Jadi pelanggan tetap setia,” ujar pria yang juga menjalankan usaha toko bahan kue tersebut.
Ia menilai banyak usaha kuliner yang ramai karena faktor tren atau lokasi yang menarik untuk berfoto. Namun, kondisi tersebut biasanya tidak bertahan lama karena pengunjung datang bukan untuk menikmati makanan, melainkan sekadar mengabadikan momen.
Irwan memilih jalan berbeda. Ia ingin pelanggan datang karena kualitas dan kelezatan makanan yang disajikan.
“Kalau orang datang karena makanannya enak, mereka akan datang lagi dan lagi,” katanya.
Kini, pelanggan Ria Resto berasal dari berbagai kalangan, mulai aparatur sipil negara (ASN), pejabat, hingga kalangan korporasi. Restoran itu pun ramai dikunjungi hampir setiap hari.
Dalam memasarkan usahanya, Irwan lebih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dibandingkan memberikan diskon atau promo besar-besaran. Menurutnya, cara tersebut lebih efektif untuk membangun loyalitas pelanggan.
Sebab, konsumen yang datang karena promo biasanya hanya akan kembali ketika ada potongan harga. Sebaliknya, pelanggan yang puas dengan rasa dan pelayanan cenderung menjadi pelanggan setia.
“Menjaga rasa dan kualitas, itu yang paling penting bagi kami,” pungkas ayah dua anak tersebut. (zim)
Editor : M. Nurkhozim