Diah Indah Putri Noviani: Aktif Lomba Tingkat Nasional  

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 09:35 WIB
Diah Indah Putri Noviani
Diah Indah Putri Noviani  

BERAWAL dari hobi memasak dan olahraga bela diri, kini DIAH Indah Putri Noviani berhasil menyabet sejumlah prestasi. 

‘’Saat kuliah, yang sejarang sudah menyelesaikan sidang skripsi tinggal menunggu jadwal wisuda, saya bergabung di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Pencak Silat Pagar Nusa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung,’’ kata Novi, sapaannya.

Dari situ, ucap dia, aktif mengikuti perlombaan dari tingkat provinsi hingga nasional. Baginya, itu bukan sekadar hobi, tapi juga pengembangan diri baik tentang belajar agama, akhlak, organisasi, sampai prestasi. Ia pun aktif di berbagai organisasi lainnya, seperti dewan eksekutif mahasiswa (dema).

Bahkan, ia juga menjadi duta kampus yang bertugas sebagai representasi kampus sekaligus menjembatani antara mahasiswa dan universitas. Termasuk membantu berbagai acara seperti menjadi moderator, MC, pemateri, hingga among tamu saat wisuda.

‘’Saya juga aktif di organisasi eksternal kampus, seperti Duta Pemuda Kebudayaan Bojonegoro 2024 dan Duta Ekonomi Kreatif Jatim 2025. Dari sini saya berkesempatan mengenalkan dan melestarikan budaya serta keunikan Bojonegoro. Saya banga menjadi bagian dari itu, dan memperkenalkan salah satu karya anak Bojonegoro yakni kerajinan dari pelepah pisang saat pemilihan Duta Ekonomi Kreatif Jatim,’’ kata perempuan asal Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem itu.

Baca Juga: Zikha An-Nafi Salsabila, Senang Berorganisasi Sejak Bangku SMP

Ia mengaku, banyak yang dilewati selama perjalanan kuliah. Belajar menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik. Tak jarang, ia harus menghadapi kompetisi di tengah jadwal ujian. Ada latihan dan rapat hingga tengah malam. ‘’Masih disambung dengan tugas kuliah yang harus diselesaikan sebelum pagi,’’ tutur mahasiswa jurusan akuntansi itu.

Kini, ia tampil lebih percaya diri. Terlebih banyak teman yang menginspirasi, khususnya di sejumlah ajang pemilihan duta yang diikuti. Karena, ia percaya suatu pencapaian seperti menjadi duta bukan hanya tentang ketika bersinar sendiri, tapi bagaimana cahaya itu bisa menyinari orang di sekitarnya.

‘’Menjadi suara akan hal-hal yang mungkin sudah kama ditinggalkan, memberi manfaat, menjadi jembatan, dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat ataupun lingkungan,’’ tutur perempuan 21 tahun itu. (yna/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
representasi nasional organisasi Kampus prestasi